Potret Kerukunan di Bumirejo Lendah

Sebelah kiri Masjid Al-Barokah, sebelah kanan Sasana Adi Rasa St.Yacobus 
(fotoswar)

Selasa, 7 Februari 2023, Swaraarum meliput pelantikan Pemangku Paguyuban Damarjati Marganingsih di Gereja Maria Mater Dei Bonoharjo Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada yang menarik ketika Ketua Panitia dalam sambutannya menyebutkan bahwa sedianya pelantikan Pemangku Damarjati Marganingsih di Taman Doa St.Yacobus di Degolan Bumirejo Lendah Kulon Progo. Rasa penasaran muncul, dan menggugah keinginan untuk mendatangi tempat tersebut.

Setelah pelantikan dan pemberkatan dalam Perayaan Ekaristi, ada saat rehat, kami menyempatkan untuk mendatangi Taman Doa tersebut. Jarak Taman Doa St.Yacobus dengan Gereja Maria Mater Dei sekitar 4 Km, menuju arah selatan. Tidak lama, sekitar sepuluh menit kami sampai di Pedukuhan Degolan, Kalurahan Lendah, dan menemukan Taman Doa tersebut. Turun dari kendaraan, ada berbaur rasa, antara kagum dan sebuah pertanyaan, apa tidak salah lihat? Persis di depan kami parkir kendaraan, di sebelah kiri ada bangunan Taman Doa St.Yacobus, dengan gapura megah bertuliskan “Sasana Adi Rasa”, sedangkan di sebelah kanan terdapat bangunan Masjid Al-Barokah dengan menara yang tinggi. Dilihat dari warna cat dan bentuk bangunan, bisa dipastikan bahwa Masjid Al-Barokah sudah lebih dulu berdiri. Inilah yang menarik, bahwa disebelah kanan bangunan bernuansa Islami dan sebelah kiri bernuansa Kristiyani.

Sebelah kiri patung Malaekat Mikael dan sebelah kanan patung Bunda Maria
tinggi 5 meter (fotoswar)

Kami memasuki regol Taman Doa St.Yacobus, dan mata langsung melihat pendapa diapit 2 patung besar. Sebelah kiiri pendapa patung Malaekat Mikael, dan sebelah kanan patung Bunda Maria dengan tinggi 5 meter. Menurut bapak Ngadino, petugas piket, di Taman Doa, menyebutkan bahwa Taman Doa ini dibangun tahun 2022 oleh bapak Yacobus Sugiyarto. Bangunan ini ada hubungannya dengan makam umum. Disamping makam umum, dibangun makam keluarga bapak Yacobus Sugiyarto yang masuk menjadi satu komplek Taman Doa. Di makam keluarga ini sudah dimakamkan ibu Siti Chatijah (isteri bapak Yacobus Sugiyarto), yang dipindah dari makam umum. Saat dipindahkan dari makam umum ke makam keluarga, kerangka jenasah ibu Siti Chatijah masih utuh, sehingga memudahkan pemindahan.

Menurut bapak FX.Surip salah satu tokoh masyarakat di Bumirejo, Taman Doa St.Yacobus Degolan ini adalah tempat doa keluarga bapak Yacobus Sugiyarto putera Degolan. Saat ini bapak Y.Sugiyarto berdomisili di Jakarta, dengan usahanya karoseri mobil ambulan dan mobil patrol. Tanah yang dipergunakan untuk taman do aini miliknya, seluas 1.500 meter persegi. Di atas tanah ini dibangun: makam keluarga, Kapel keluarga, ruang doa yang menunjukkan devosi kepada Bunda Maria, dan devosi pada Malaekat Mikael. Kapasitas ruang doa bisa untuk 100 orang duduk bersila. Taman doa juga dilengkapi mobil ambulan yang dapat dipakai oleh masyarakat setempat.

Dari kanan, bapak Yacobus Sugiyarto (Penasehat PPDM), tangah bapak Em.Djoko Mursodo
(Pembina PPDM) dan kiri bapak Ag.Sarjono (Ketua PPDM) 
saat ulang tahun ke-4 Paguyuban Damarjati Marganingsih

Taman Doa “Sasana Adi Rasa” St.Yacobus terbuka dan cukup luas, maka banyak umat dari Lingkungan setempat dan umat Paroki Maria Mater Dei Bonoharjo yang memanfaatkan untuk doa,. Bapak Yacobus Sugiyarto, dalam pelayanannya kepada umat dan masyarakat penuh dengan kasih. Bapak Yacobus Sugiyarto menjadi Penasehat Paguyuban Damarjati Marganingsih.

Semoga dengan hadirnya Taman Doa St.Yacobus dan Masjid Al-Barokah di Degolan Banyurejo ini menjadi wujud nyata kerukunan, toleransi dan persaudaraan sejati masyarakat (swar).

 

 

           

 

                 

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Potret Kerukunan di Bumirejo Lendah"