Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (10)

Membangun kerjasama

Ardas KAS tahun 2011-2015, bercita-cita meningkatkan peranan kaum awam. Maka dirancanglah peningkatan peran awam dalam bidang sosial kemasyarakatan dan politik. Ardas telah memberi inspirasi dan dorongan kepada awam yang selama ini giat menyelenggarakan kaderisasi. Tahun 2012 berbagai elemen kelompok penyelenggara kaderisasi di Yogyakarta, dipelopori para akademisi dari lintas Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta kembali bergiat dan bangkit. Kebangkitan ini disambut baik oleh berbagai kalangan dan Keuskupan Agung Semarang.

Kaderisasi diperlukan dan menjadi garapan-garapan kelompok-kelompok yang konsern pada kaderisasi. Di Keuskupan Agung Semarang masing-masing elemen yang menyelenggarakan kaderisasi seperti FKPK (Forum Komunikasi Pelajar Katolik), B-KOMPELK (Biro Komunikasi Pelajar Katolik), PMKRI, Pemuda Katolik, Wanita Katolik, Komisi Pendidikan, Komisi Kepemudaan, akademisi dari lintas Perguruan Tinggi dan lainnya. Keuskupan Agung Semarang pernah mengumpulkan mereka dan untuk saling kolaborasi dan menyusun kurikulum bersama, dan dipetakan serta penanganannya.

Anak-anak SMP Swasta Katolik kamping bersama dalam pembentukan karakter
bersama Komisi Pendidikan di SMP Pangudiluhur Bara

Disusunlah kurikulum kaderisasi dari SMP, SMA/K, dan Perguruan Tinggi pada tahun 2013. Saya sebut saja mereka yang berkumpul: Editor Nasarius Sudaryono, Tim Penyusun: FX.Harry Cahya, Nasarius Sudaryono dan A.Surjaka Ispandriarno, kontributor: Y.Erwan Eko Prasetyo, Yulius Hernondo, Yulius Marzani, Sr. Agustin, CB, Rama St.Bagus Aris Rudiyanto, SJ, Rama HJ.Suhardiyanto, SJ, Purwono Nugroho Adhi, P.Didit Kresna Dewara, MY.Retno Iskandar, Lukas Ispandriarno, L.Budi Pranowo, Ig.Mardyantiwi, Ignas Suryadi, Ignatia Tutik Purwati, G.Retno Dwi Wahyuningrum, FX.Harry Cahya, F.Wakidjan, C.Lilik Krismantoro, Antonius Sunarto, A.Surjaka Ispandriarno, Agus Prihadiartanto dan A.Gandung Sukaryadi.

Dipikirkan adanya kurikulum sebagai acuan kaderisasi yang selaras dengan formatio iman berjenjang yang digalakkan oleh Keuskupan. Perlu adanya semacam standar operasioanl prosedur (SOP) penyelenggaraan kaderisasi. Perlu adanya forum para penyelenggara kaderisasi dan seterusnya. Upaya membangun sinergi ini disertai kesadaran bahwa bukan sebagai penyeragaman melainkan sebagai upaya bekerjasama lebih intensif dan efektif (dikutip dari buku Kurikulum Kaderisasi KAS, yang disusun oleh Paguyuban Penyelenggara Kaderisasi KAS 2014).

Buku yang disusun oleh Paguyuban Penyelenggara Kaderisasi

Pemetaan kaderisasi tersusun dan tidak saling tindih, misalnya B-KOMPELK untuk SMA/K sekolah swasta Katolik, FKMK untuk SMA/K sekolah-sekolah negeri, Komdik melengkapi untuk anak-anak SMP dan guru-guru swasta Katolik. Pemuda Katolik berjenjang, Mapenta, KDO, KDM, KDL. PMKRI juga demikian ada masa penerimaan anggota dan kaderisasi berikutnya. Lintas Perguruan Tinggi ada sendiri, Komisi Kepemudaan ada sendiri. Sinergitas ini akan saling melengkapi dan mengisi, dan semoga dengan demikian generasi muda kita terjangkau oleh elemen-elemen yang ada.  

Berdiri di depan Ds.Wasesa Alumni Pemuda Katolik DIY sharing
di depan anak-anak muda

Di sekolah-sekolah swasta Katolik peningkatan kualitas guru tetap terus diupayakan agar  meningkat pula kualitas sekolah dan ada plusnya sekolah Katolik. F.Wakidjan dan Antonius Sunarto ketika itu memegang Komisi Pendidikan, mengajak Ignas Suryadi, R.Sigit Widiarta dan saya untuk mengajak para guru kritis terhadap dinamika kemasyarakatan (bersambung)

  

Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (10)"