| Membangun kerjasama |
Ardas KAS tahun 2011-2015, bercita-cita meningkatkan peranan kaum awam. Maka dirancanglah peningkatan peran awam dalam bidang sosial kemasyarakatan dan politik. Ardas telah memberi inspirasi dan dorongan kepada awam yang selama ini giat menyelenggarakan kaderisasi. Tahun 2012 berbagai elemen kelompok penyelenggara kaderisasi di Yogyakarta, dipelopori para akademisi dari lintas Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta kembali bergiat dan bangkit. Kebangkitan ini disambut baik oleh berbagai kalangan dan Keuskupan Agung Semarang.
Kaderisasi diperlukan dan
menjadi garapan-garapan kelompok-kelompok yang konsern pada kaderisasi. Di
Keuskupan Agung Semarang masing-masing elemen yang menyelenggarakan kaderisasi
seperti FKPK (Forum Komunikasi Pelajar Katolik), B-KOMPELK (Biro Komunikasi
Pelajar Katolik), PMKRI, Pemuda Katolik, Wanita Katolik, Komisi Pendidikan, Komisi
Kepemudaan, akademisi dari lintas Perguruan Tinggi dan lainnya. Keuskupan Agung
Semarang pernah mengumpulkan mereka dan untuk saling kolaborasi dan menyusun
kurikulum bersama, dan dipetakan serta penanganannya.
| Anak-anak SMP Swasta Katolik kamping bersama dalam pembentukan karakter bersama Komisi Pendidikan di SMP Pangudiluhur Bara |
Disusunlah kurikulum kaderisasi dari SMP, SMA/K, dan Perguruan Tinggi pada tahun 2013. Saya sebut saja mereka yang berkumpul: Editor Nasarius Sudaryono, Tim Penyusun: FX.Harry Cahya, Nasarius Sudaryono dan A.Surjaka Ispandriarno, kontributor: Y.Erwan Eko Prasetyo, Yulius Hernondo, Yulius Marzani, Sr. Agustin, CB, Rama St.Bagus Aris Rudiyanto, SJ, Rama HJ.Suhardiyanto, SJ, Purwono Nugroho Adhi, P.Didit Kresna Dewara, MY.Retno Iskandar, Lukas Ispandriarno, L.Budi Pranowo, Ig.Mardyantiwi, Ignas Suryadi, Ignatia Tutik Purwati, G.Retno Dwi Wahyuningrum, FX.Harry Cahya, F.Wakidjan, C.Lilik Krismantoro, Antonius Sunarto, A.Surjaka Ispandriarno, Agus Prihadiartanto dan A.Gandung Sukaryadi.
Dipikirkan adanya
kurikulum sebagai acuan kaderisasi yang selaras dengan formatio iman berjenjang
yang digalakkan oleh Keuskupan. Perlu adanya semacam standar operasioanl
prosedur (SOP) penyelenggaraan kaderisasi. Perlu adanya forum para
penyelenggara kaderisasi dan seterusnya. Upaya membangun sinergi ini disertai
kesadaran bahwa bukan sebagai penyeragaman melainkan sebagai upaya bekerjasama
lebih intensif dan efektif (dikutip dari buku Kurikulum Kaderisasi KAS, yang
disusun oleh Paguyuban Penyelenggara Kaderisasi KAS 2014).
![]() |
| Buku yang disusun oleh Paguyuban Penyelenggara Kaderisasi |
Pemetaan kaderisasi tersusun dan tidak saling tindih, misalnya B-KOMPELK untuk SMA/K sekolah swasta Katolik, FKMK untuk SMA/K sekolah-sekolah negeri, Komdik melengkapi untuk anak-anak SMP dan guru-guru swasta Katolik. Pemuda Katolik berjenjang, Mapenta, KDO, KDM, KDL. PMKRI juga demikian ada masa penerimaan anggota dan kaderisasi berikutnya. Lintas Perguruan Tinggi ada sendiri, Komisi Kepemudaan ada sendiri. Sinergitas ini akan saling melengkapi dan mengisi, dan semoga dengan demikian generasi muda kita terjangkau oleh elemen-elemen yang ada.
![]() |
| Berdiri di depan Ds.Wasesa Alumni Pemuda Katolik DIY sharing di depan anak-anak muda |
Di sekolah-sekolah swasta Katolik peningkatan kualitas guru tetap terus diupayakan agar meningkat pula kualitas sekolah dan ada plusnya sekolah Katolik. F.Wakidjan dan Antonius Sunarto ketika itu memegang Komisi Pendidikan, mengajak Ignas Suryadi, R.Sigit Widiarta dan saya untuk mengajak para guru kritis terhadap dinamika kemasyarakatan (bersambung)


Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (10)"