Pos Polisi Jujur

Setelah jauh berjalan melintasi desa, kota dan ribuan kilometer jalan
akhirnya kutemukan juga Pos Polisi Jujur

Setelah jauh berjalan, melintasi kota dan desa, akhirnya kutemukan sebuah Pos Polisi Jujur. Mungkin ini hanya satu-satunya di Indonesia. Kebetulan pintunya tertutup dan bangunanya juga kecil. Kutremukan di jalan Wates, pertigaan kalau kearah selatan menuju Universitas PGRI Yogykarta. Jalannya ramai karena menjadi jalan keluar kota Yogyakarta menuju arah Bandara YIA, Purworejo, Purwokerta dlnya.

Pada tahun 1960 an, di tempat ini ada pabrik tegel merk “jujur”, tetapi sekatang untuk apa sudah pada lupa yang saya temui. Tetapi bahwa disitu ada pabrik tegel iya, benar. Namanya pak Dibya tetapi lengkapnya tidak diketahui. Syukur namanya masih diabadikan dan salah satunya menjadi nama Pos Polisi.

Seperti hanya satu-satunya Pos Polisi Jujur, saat ini kata jujur menjadi sesuatu yang mahal. Sudah menjadi barang langka dan mahal hanrganya. Jujur itu penting, dan kalau sedikit saja tidak jujur di kemudian hari kita akan   kesulitan menemukan alasan atas ketidakjujuran kita.

Jujur mesti diajarkan dan diawali dari rumah dan sejak kecil. Jangan sampai anak-anak memulai ketidakjujurannya. Pada saat ini ketidakjujuran ada dimana-mana. Anggaran Belanja di mark up, nota-nota pembelian di kosongi atau dinaikkan, Laporan-laporan banyak yang ABS, yang jelek-jelek disembunyikan. Anak-anak sekolah memulai dengan nyontek, sekarang membuka internet untuk menjawab soal-soal, untuk mengerjakan skripsi, tesis bahkan yang disertasipun menggunakan ketidakjujurannya.

Semoga Pos Polisi Jujur yang kecil berada di tengah kesibukan lalu lintas kendaraan dan hiruk pikuk orang berjalan, selalu mengingatkan kita kepada kejujuran. Ags

Posting Komentar untuk "Pos Polisi Jujur"