Vincent Bangun, Ingin Bermanfaat Bagi Gereja dan Negara

Vincent Valentino Bangun Putra Prasetya, SE.,MC.Sc.,MM  ingin hidupnya bermanfaat bagi bangsa, negara dan gereja (foto dokpri)

Ditemui Swaraarum di lantai bawah Wisma Rosari Gereja Katokik Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran sesaat menjelang pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komda Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 23 Juli 2022. Kesan pertama melihat mas Bangun orangnya diam, namun kalau sudah “ditabuh” dapat menjadi teman ngobrol yang mengasyikkan. Wawasannya cukup luas, bicara soal kemasyarakatan, dari kebudayaan, politik, ekonomi, Pendidikan dan pelayanan, oke. Itulah mas Bangun yang nama  lengkapnya Vincent Valentino Bangun Putra Prasetya, SE, MC.Sc, MM, dan dalam taraf menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Brawijaya Malang.

Vincent Bangun (kanan) menjadi Ketua Vaksinasi Covid-19 Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran

Dilahirkan di Sleman 13 Mei 1992. Dalam usia muda sudah ada beberapa gelar di belakang namanya. Aktif di beberapa organisasi antara lain: menjabat Sekretaris DPC Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Kota Yogyakarta, anggota aktif Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Kota Yogyakarta; Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Yogyakarta; aktif di Dewan Pastoral Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran Yogyakarta dan baru saja terpilih menjadi anggota Dewan Pendidikan DIY Periode tahun 2022-2027. Dari sederet aktivitas yang dilakukan disamping profesinya sebagai seorang akademisi, tentu bisa dibayangkan bagaimana mas Bangun harus bisa mengatur waktunya.

Vincent Bangun (kiri) dalam Sosialisasi Tahapan Penetapan Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Tahun 2022-2027. 

Saat ditanya, apa sih mas yang mendorong terjun ke Organisasi Kemasyarakatan, dengan lugas menjawab: “ingin hidupnya bermanfaat bagi bangsa, negara dan gereja. Ini juga didasari dengan rahmat Tuhan yang telah diterimanya. Ibu saya selalu berpesan sepandai-pandainya dan seberhasilnya saya yaitu tidak akan bermakna jika tidak bermanfaat bagi bangsa, negara dan gereja” Lebib jauh mas Bangun juga mengungkapkan dorongan apa yang mengusik hatinya sehingga ikut serta seleksi masuk Dewan Pendidikan DIY. Ada banyak hal yang mengusik untuk ikut seleksi ke Dewan Pendidikan DIY, salah satunya adalah ingin menjadi perpanjangan tangan dan penyambung lidah  bagi para papa miskin yang mengalami masalah Pendidikan. Mas Bangun berpandangan bahwa Pendidikan sangatlah penting dalam mengubah nasib suatu kondisi seseorang. Sampai saat ini masih banyak yang mengalami masalah Pendidikan. Dari pengalaman berbagai advokasi yang telah dilakukan di Relawan Perjuangan Demokrasi salah satunya mayoritas masyarakat mengalami masalah di bidang Pendidikan.

Vincent Bangun (paling kanan) pada saat pelantikan Pengurus ISKA Kota Yogyakarta
di Wisma Rosari Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran. 

Sebagai Ketua FMKI (Forum Masyarakat Katolik Indonesia) Kota Yogyakarta, mas Bangun berpendapat dan bertekat untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua Ormas Katolik (Wanita Katolik, Pemuda Katolik, PMKRI, ISKA dan Vox Point) di Kota Yogyakarta. Dalam hal ini mas Bangun ingin menjadikan FMKI sebagai rumah bersama. Ia menganalogikan bahwa FMKI Kota Yogyakarta itu sebuah apartemen bagi keluarga-keluarga kecil. Jadi dalam apartemen itu, dalam merencanakan, memproses dan membangun masa depan dalam wadah yang sama. Ini akan menjadi modal dasar dalam membangun suasana yang berhati nyaman. Itulah yang akan menjadi modal dasar dalam membangun suasana yang berhati nyaman.Sedangkan untuk menyongsong tahun politik kami akan godog dan koordinasi dalam membangun umat yang cerdas dalam berpolitik. Sudah saatnya kami yang muda tampil di panggung sosial kemasyarakatan (swr)

 

  

Posting Komentar untuk "Vincent Bangun, Ingin Bermanfaat Bagi Gereja dan Negara"