Dengan telanjang kita berdoa.

Selamat pagi, salah bahagia sejahtera 

Marilah berdoa, merupakan ajakan kepada seluruh umat manusia, yang dilakukan oleh para pemimpin umat, bahkan juga oleh masyarakat biasa. Kali ini ajakan berdoa, pertama-tama untuk mengucapkan syukur kita atas rahmat yang Tuhan berikan kepada kita semua sebagai bangsa. Kedua ucapan syukur bahwa sebanagi bangsa kita dianugerahi penuntun moral masyarakat yaitu Nahdatul Ulama (NU) yang saat ini sudah 1 abad. Satu abad NU, dengan para ulamanya telah membimbing, mendampingi, menuntun warga masyarakat menjadi warga negara yang religious sekaligus berkebangsaan. Kita bersama berdoa, mengucap syukur, berterima kasih dan mohon berkat-Nya semoga NU tetap menjadi penuntun masyarakat dan bangsa, dengan nilai Keislaman dan Keindonesiaan. 

Kedua marilah kita berdoa bagi saudara-saudara kita yang dilanda gempa besar di Turki dan Suriah. Gempa berskala besar yang telah memakan korban lebih dari 5.000 orang meninggal dunia, ditambah yang menderita luka-luka, atau yang belum ditemukan. Gempa bumi, tanah longsor, banjir, erupsi gunung berapi dan bencana alam lainnya semakin sering terjadi, mengingatkan kita pada kejadian-kejadian serupa dalam Kitab Suci. Disebutkan, karena Tuhan telah murka melihat tingkah manusia yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, artinya sudah keterlaluan. Dengan tingkah manusia yang sudah memuakkan dihadapan Tuhan, lalu Tuhan menurunkan hujan berhari-hari dan menenggelamkan bumi dan benda-benda diatas daratan. Hanya perahu Nabi Nuh dan seisinya yang bisa diselamatkan. Demikian pula Tuhan telah menurunkan api untuk membasmi kota Sodom dan Gomorah. Namun peristiwa itu tidak mampu mengingatkan atau menyadarkan umat manusia, sehingga perilaku yang memuakkan dan membosankan Tuhan itu selalu diulang dan dilakukan.

Apakah gempa bumi, tsunami, erupsi, banjir da bencana lainnya yang sekarang ini bukan peringatan yang diberikan oleh Tuhan kepada umat-Nya? Namun manusia masih juga mencari "kambing hitam" untuk menjadi pembebasan diri dari dosa dan kesalahannya. Atau manusia mau cuci tangan, seolah-olah tidak ikut ambil bagian dalam perbuatan yang memuakkan di hadapan Tuhan? 

Maka sepakat dengan Ebiet, mari kita telanjang dan berdoa, membersihkan diri. Berdoa itu ibarat mandi, maka mesti telanjang. Mandi kalau kita masih memakai kaos atau celana maka badan akan tidak menjadi bersih. Ada bagian-bagian tertentu yang tertutup kain tidak akan kena sabun atau kena gosok, sehinga daki masih melekat. Dengan telanjang saat mandi maka kita akan menjadi benar-benar bersih. Jika berdoa diibaratkan mandi, maka kita juga mesti berani menelanjangi diri kita. Kita serahkan semua kepada Tuhan, baik dan buruknya, amal dan dosa kita. 

Salam bahagia sejahtera (a.gandung s)


Posting Komentar untuk "Dengan telanjang kita berdoa."