
Berdiri di mimbar kiri Rama Raymundus Sugihartanta, Pr, ditengah para Pendeta
dan berdiri mimbar kanan Rama Yakobus Sudarmadi, Pr
Setiap tanggal 18 - 25
Januari secara serentak seluruh gereja yang berpusat kepada Yesus Kristus di
seluruh dunia menyelenggarakan Pekan Doa Sedunia untuk persatuan umat Kristen. Untuk
wilayah Bantul Selatan sudah menyelenggarakan ibadat oikumene dalam rangka
Pekan Doa Sedunia untuk lintas gereja berjalan sejak 2021. Pada waktu itu
dimulai di gereja HKTY Ganjuran 2 kali, kemudian 2023 dan 2024 di GKJ Sidomulyo Belan, 2025 di gereja
wilayah St. Yusuf Baros dan tahun ini kembali di Gereja HKTY Ganjuran, Rabu 21
Januari 2026.
Pekan Doa
Sedunia kali ini menjadi lengkap karena diikuti Gereja-gereja Wilayah Paroki
HKTY Ganjuran dan Gereja-gereja Kristen yang ada di wilayah Bantul Selatan.
Para Pendeta dan Rama yang memimpin ibadat ada 11 orang yaitu; Rama Raymundus Sugihartanto, Pr.( HKTY Ganjuran); Rama. Yakobus Sudarmadi, Pr. (HKTY Ganjuran); Pdt. Korvinus Wahyu Nugroho, S.Th., M.Pd.(GKJ
Sidomulyo); Pdt. Yafet Kristian Hadi, S.Th. (GKJ Pundong); Pdt. Anang Sumanto
(GKMI Pundong); Pdt. Dr. Daniel Pujarsono, M. Th. (GBI Alithea Tirta
Kencana Cabang Parangtritis); Pdt.
Sudarto (GKA Victori, Parangtritis); Pdt. Gracianatita Antera Puspa (GKJ
Patalan); Pdt. Harjono (GKJ
Jodog); Pdt. Semuel Adhi Nugroho (GKJ Gunturgeni); Pdt. Yonatan
(GPSDI-Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia) Pundong

Perarakan menuju altar sebelum Ibadat Oikumene dimulai
Hadir juga
dalam ibadat oikumene Penewu Kapanewon Bambanglipura Trimanora, S.Sos, dari
Focolare Indonesia; Paul Sugara, G.Pino dan Ailin, dari Komisi Hubungan
Antaragama dan Kepercayaan Totok Dwi Ismarwanto dan A.Gandung Sukaryadi, dari
Kapolsek dan Koramil, dari Kemenag Penyuluh Agama Katolik serta umat yang hadir
sekitar 400 orang.
Tema Pekan Doa Sedunia 2026 adalah “Satu Tubuh dan Satu Roh, Sebagaimana Kami Telah Dipanggil Kepada Satu Pengharapan yang Terkandung dalam PanggilanMu” (Efesus 4:4). Efesus 4:4 merangkum ajaran Paulus tentang kesatuan, menekankan, di sini juga, bahwa para pengikut Kristus mewakili "satu tubuh dan satu Roh," yang dipersatukan dalam satu pengharapan. Metafora ini menandakan Gereja sebagai entitas yang bersatu, melampaui batasan geografi, kebangsaan, etnis, dan tradisi. Paulus menggunakan metafora Gereja sebagai Tubuh Kristus untuk menggambarkan kesatuannya dengan keberagaman anggotanya. Ia menulis kepada jemaat Korintus, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” (1 Korintus 12:12). Kepada jemaat Kolose, Paulus menguraikan peran Kristus sebagai kepala dari tubuh yang bersatu, yang terdiri dari beragam anggota, dengan menyatakan, “Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat.” (Kolose 1:18). Dengan demikian, Gereja, meskipun terdiri dari banyak bagian, berfungsi sebagai suatu kesatuan yang kohesif. Setiap anggota memiliki peran yang unik dan berkontribusi pada keseluruhan kehidupan dan misi Gereja.

Paduan Suara Siswa-siswi SMA Stella Duce Ganjuran menyemarakkan
Ibadat Oikumene
Dalam kotbahnya Rama Raymundus Sugihartanta mengatakan bahwa kesatuan umat
bukan hanya dalam doa tetapi kesadaran bahwa kita mendapatkan baptisan yang
sama, dan harapan yang sama, dan kasih yang sama. Selanjutnya dikatakan;
kesatuan juga bukan hanya dalam gagasan atau wacana tetapi harus
dijuwudnyatakan dalam Tindakan. Seperti dikatakan oleh Nabi Yesaya, puasa yang
Kukehendaki adalah membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali
kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dam membawa ke rumahmu
orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang,
supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap
saudaramu sendiri.

Dari kiri, Pino, Ailin (Focolare Indonesia), Rama Raymundus Sugihartanta, Pr (Rama Paroki Ganjuran)
Totok Dwi Ismarwanta (Komisi HAK Kevikepan Yogya Barat)
dan Paul (Focolare Indonesia)
Nyatanya kesatuan umat kristiani di Bambanglipura dan sekitarnya telah
menginspirasi, para rama dan pendeta telah membentuk forum komunikasi. Sebagai
wujud konkrit telah dirancang untuk tahun 2027, tanggal 25 Januari 2027
bertempat di GKMI Pundong dan untuk tahun 2028, 25 Januari 2028 di Gereja
Wilayah Tambran. Setelah Ibadat Oikumene selesai seluruh umat diajak ramah tamah
dan dihibur dengan music keroncong. Memang Paroki Ganjuran mengembangkan
kelompok-kelompok kesenian Jawa seperti Gejog Lesung, Keroncong, Karawitan,
Macapatan, Tari dan Rebana (swa01)
Posting Komentar untuk "Kesatuan yang menginspirasi"