Satu Tubuh Satu Roh

Dari kiri, ED Remulus Dwijo Maruto dari Gereja Kerasulan Baru Indonesia Pandowoharjo,
Rama Benedictus Hanjar Krisnawan dari Paroki St.Yohanes Paulus II Brayut,
Pendeta Sat Herry Sucahyo dari Gereja Kristen Jawa Medari Wilayah Mancasan
memimpin Ibadah Oikumene Jumat 16 Januari 2026

Pekan Doa Sedunia yang diselenggarakan pada 18 sd 25 Januari, sudah dimulai di Paroki St.Yohanes Paulus II Brayut, bersama dengan Gereja Kristen Jawa Medari Wilayah IV Mancasan dan Gereja Kerasulan Baru Indonesia Pandowoharjo, Jumat 16 Januari 2026. Ibadah Oikumene diselenggarakan di Gereja St. Yohanes Karangkepuh Pandowoharjo Sleman. Ibadah Oikumene dipimpin oleh Pastor Benedictus Hanjar Krisnawan dari Paroki St.Yohanes Paulus II Brayut, ED Remulus Dwijo Maruto dari Gereja Kerasulan Baru Indonesia Gabugan dan Pendeta Sat Herry Sucahyo. Dihadiri umat dari ketiga gereja kisaran 600 orang, dan Ketua Komis Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Yogyakarta Barat Rama Yoh.Iswahyudi, Pr beserta timnya.

Rama Benedictus Hanjar Krisnawan (berjubah putih) menerima bibit pohon durian dari Penewu Sleman

Tema Pekan Doa Sedunia (PDS) tahun 2026 telah ditetapkan oleh Vatikan dan Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC) dengan fokus pada kesatuan tubuh Kristus. Tema utamanya adalah: "Satu Tubuh dan Satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan" yang diambil dari ayat Alkitab Efesus 4:4. Materi untuk tahun 2026 ini dipersiapkan secara khusus oleh kolaborasi dari gereja-gereja di Armenia (termasuk Gereja Apostolik, Katolik, dan Injili Armenia), yang menekankan bahwa kesatuan bukan sekadar ide organisasi, melainkan panggilan spiritual yang berakar pada satu pengharapan akan kebangkitan. 

Pada acara ramah tamah juga disuguhi musik angklung 

Setelah ibadah oikumene diselenggarakan ramah tamah, namun sebelumnya ada acara sambuatan-sambutan dan penyerahan simbolik bibit pohon durian kepada ketiga gereja untuk ditanam, ada bibit pohon durian dan bibit pohon kelengkeng. Dalam acara ramah tamah ini hadir dari pemerintahan Penewu Sleman, Lurah Pendowoharjo dan perangkat lainnya. Pada tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Saat ini ada perkembangan kegiatan Oikumene, yaitu setelah ibadah oikumene dibagikan bibit-bibit tanaman. Ini menjadi inspitrasi bersama bahwa pembagian bibit untuk ikut merawat keutuhan ciptaan, serta sesuai dengan ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026-2030, Gereja yang bahagia, menginspirasi dan mensejahterakan.   

  

Posting Komentar untuk "Satu Tubuh Satu Roh"