Ibadah Pekan Doa Sedunia di Pakem

Berfoto bersama para jemaat, Pendeta, Rama dan segenap pendukung ibadah

Kendati agak terlambat dari jadwal, baru 30 Januari 2026), dengan persiapan singkat selama 3 hari  Wilayah Pakem berhasil menyelenggarakan Ibadah Pekan Doa Sedunia (PDS) Oikumene, di gereja GKJ Pakem di Pantiasih Pakem. Dipimpin oleh 5 Pendeta dan 1 rama, mereka adalah: Pdt Jerry Oscar (Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI) Qadosy Family Kaliurang, Pdt Rahman Simon (GPdI Anugerah Turgo), Pdt Munir Daliman (Gereja Kristus Tuhan Indonesia, GKTI Ngelo), Pdt Anton Kuswianto (Gereja Baptis Indonesia, GKTI) Bukit Zaitun Balangan, dan Pdt Esti Widiastuti (Gereja Kristen Jawa, GKJ) Pakem, serta Rama Agustinus Nunung Wuryantoko, Pr. (Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Pakem).

Kotbah disampaikan oleh Rama Nunung, yang merasa termuda di antara para pendeta, maka dimulai dengan kisah anekdot ‘Pastor Muda yang bertanya alamat kantor pos kepada seorang anak muda di jalan. Ketika pulang pastor muda itu bertemu lagi dengan anak muda tersebut, yang ternyata seorang OMK, yang mengaku kadang ke gereja. Ketika diajak rajin ke gereja dan akan diberikan tips masuk surga, OMK tersebut menolak “bagaimana rama akan menunjukkan jalan ke surga, sedang ke kantor pos saja tidak tahu jalannya”.

Kemudian Rama Nunung menyampaikan adanya rasa lelah dalam pelayanan (menjadi org baik), karena kurangnya apresiasi, termasuk dari Ramanya. Apresiasi juga kurang muncul di antara pasutri. Padahal sejak penciptaan, Tuhan selalu memberi apresiasi: “semua baik adanya” Jadi sebenarnya cukup dengan tiga kata: Terima kasih, baik, dan lanjutkan. Itu cukup sebagai apresiasi. Kotbah juga diakhiri dengan anekdot yang lain. Ibadat yang diikuti 235 umat Katolik dan Kristen itu berjalan dengan lancar, tertib dan khidmat

Para pendukung ibadah Oikumene di Wilayah Pakem

Sebelum acara ramah-tamah, disampaikan 2 sambutan saja: Sambutan I, oleh wakil FKUB Kabupaten Sleman, Drs. B. Belariantata, S.Ag., M.M., yang antara lain memberi apresiasi kepada wakil Kapolsek dan Danramil Pakem, dan juga Lurah Hargobinangun. Dia mengatakan “Kunci kerukunan adalah kalau mau berdialog, yang berbuah cinta untuk persaudaraan sejati, maka pasca PDS tetap harus ada perjumpaan, dan tidak saling melukai, maka Umat Kristen menjadi pelopor kerukunan Umat Beragama”.

Sambutan II oleh Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, SH., yang sekaligus mewakili Panewu Pakem, yang sebenarnya sudah hadir di lokasi, tetapi keburu ada tugas lain. Ia mengutip tema PDS sebagai satu niat yang sama: One body, one heart, one Spirit, one hope. “Ini untuk kerukunan bukan hanya bagi Umat Kristiani saja, tetapi juga untuk keselamatan semuanya. Doanya semoga berlanjut dalam keluarga-keluarga kita. Terima kasih untuk itu.” Beliau menjamin keamanan dan kenyamanan berdoa siapa pun, di wilayah ini. Tetaplah saling mendoakan.(sur)



Posting Komentar untuk "Ibadah Pekan Doa Sedunia di Pakem"