
Menggelorakan kembali semangat 100% Katolik dan 100% Indonesia
PK3 Kevikepan DIY menjadi tuan rumah dan
pelaksana Syukur 70 Kemerdekaan RI dan terlaksanannya ARDAS 2011-2015,
khususnya butir : “ peningkatan peran awam dalam bidang sospolmas” pada :
Minggu 30 Agustu 2015, pukul 09.30 – 15.30 bertempat di Gereja St. Yusup
Bintaran, Jln. Bintaran Kidul 5 Yogyakarta. Pemilihan tempat di Bintaran karena
aspek kesejarahan bahwa di Bintaran inilah gerakan-gerakan pelayanan
kemasyarakatan lahir (KUKSI 1; Partai Katolik; Wanita Katolik RI, Pemuda
Katolik, PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI), ISKI (Ikatan Siswa Katolik
Indonesia) , Petani dan Nelayan Pancasila, Buruh Pancasila, dll). Untuk
menggugah kembali semangat 100% katolik dan 100% Indonesia (Pro Ecclesia et
Patria).
Kepanitiaan cukup besar dengan Stering Commite
yang diketuai Rama R.Sugihartanta, Pr sebagai Ketua Komisi PK4, dengan anggota
PK3 Kevikepan-kevikepan, ditambah JC.Tukiman Taruna, dan Andreas Pandiangan, sebagai
Ketua Organizing Commite Fidelis Indriarto. Lomba esau diikuti oleh 32 peserta,
perayaan Misa Kudus sekitar 330 orang perwakilan dan para aktivis social politik
kemasyarakatan, dan sarasehan diikuti 280 orang, yang setia sampai akhir
sarasehan, karena moderatornya Den Baguse Ngarsa. Dengan narasumber Rama
FX.Sukendar, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Rama G. Budi Subanar,
SJ dan St.Sularto. Tema sarasehan”Menggelorakan Nasionalisme, Merajut Peradaban
Nusantara”.
Adapun rangkaian acaranya: lomba esai, dengan
tema, Nusantaraku, Nusantaramu,
Nusantara kita, dengan Subtema; Bangga menjadi Indonesia, Pemimpin Gereja dan masyarakat
yang ideal dan Tokoh idola Gereja dan
bangsa saat ini. Tentu dengan hadiah yang cukup waktu itu, Rp 1.000.000,-- Rp
750.000,--Rp 500.000,-- dan piagam penghargaan.
Saat itu diberikan penghargaan kepada awam penggerak
Kerasulan Awam di Keuskupan Agung Semarang. Diusulkan dari setiap Kevikepan,
dari Kevikepan DIY salah satunya diusulkan Rama R.Sugihartanta, Pr adalah saya,
tetapi saya tidak saja, rasanya belum pantas menerimanya.
Di akhir acara sarasehan dibuat seruan iman, berikut
seruannya:
PERNYATAAN
SIKAP IMAN
PESERTA
MISA DAN SARASEHAN
SYUKUR
ATAS TERLAKSANANYA ARDAS
KAS 2011 – 2015
DAN
KEMERDEKAAN RI KE-70
- Kami menyadari bahwa Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang tahun 2011 – 2015 telah memberi inspirasi, penuntun, sekaligus pendorong bagi kami kaum awam yang bergerak di bidang sosial
kemasyarakatan dan politik hingga tersebar sampai ke bidang-bidang pelayanan seperti birokrasi,
eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga-lembaga pengembangan masyarakat,
dan ormas-ormas kemasyarakatan (Wanita Katolik Republik Indonesia, Pemuda
Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik/ISKA dan Forum Masyarakat Katolik
Indonesia/FMKI), menjadi lebih aktif
berkiprah mengembangkan diri secara profesional dalam mengamalkan
Ajaran-ajaran Sosial Gereja.
- Kami menyadari bahwa Kemerdekaan Bangsa
Indonesia yang berdaulat telah diperjuangkan oleh para pejuang dan
pahlawan bangsa dengan segenap hati dan akal budi, “sepi ing pamrih rame
ing gawe”, demi kesejahteraan bangsa yang berkeadilan dan perdamaian abadi. Apa yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini masih harus
tetap diperjuangkan, agar kita dapat mewariskan kepada anak-cucu kita
sebuah warisan Negara yang berketuhanan,
berperikemanusiaan, beradab, guyub-bersatu, bermufakat-bijak, dan berkeadilan sosial, dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945
dan ber-Bhineka Tunggal Ika.
Maka ;
Kami para peserta Perayaan Misa Syukur terlaksananya ARDAS KAS
2011-2015 dan Sarasehan menyambut Kemerdekaan RI ke-70, dalam tema :
Menggelorakan Nasionalisme, Merajut peradaban Nusantara “ setelah mendengarkan pemrasaran-pemrasaran :
- Rama FX. Sukendar, Pr (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang) dengan materi : “Tanggung Jawab Sejarah
Menghadirkan Peradaban Kasih”;
- St. Sularto, (redaktur senior Harian Kompas) dengan materi “Nasionalisme dan Sumbangan Umat Katolik
Indonesia”
- Rama Dr. G. Budi Subanar, SJ (Dosen Pasca Sarjana Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta) dengan materi “Soegijapranata
– Drijarkara – Mangunwijaya, Belajar dari 3 Pemikir Gereja Katolik
di Jawa – Indonesia”
- Membaca, merenungkan dan meresapkan Surat
Gembala Bapak Uskup Mgr. Yohanes Pujosumarto, dalam rangka peringatan HUT
Kemerdekaan RI ke 70 “Memperkokoh Perutusan Menegara”
- Diskusi
bersama peserta sarasehan;
Dengan ini menyatakan sikap iman kami :
1.
Akan selalu meningkatkan
kualitas keimanan seperti dicita-citakan dalam Arah Dasar Keuskupan Agung
Semarang agar memilki iman yang cerdas, tangguh, mendalam, dan misioner.
2.
Beradasarkan rahmat pembaptisan akan setia mengemban tri tugas Kristus, menjadi
imam, nabi dan raja. Menguduskan tata dunia agar menjadi tempat yang dapat
dipergunakan untuk hidup bersama, berdampingan satu sama lain dalam budaya
kasih dan persaudaraan sejati. Mewartakan kebenaran, keadilan dan kejujuran
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga tercipta
suasana kehidupan yang saling menghormati, menghargai sebagai sesama manusia
yang bermartabat. Berani melayani kepada sesamanya tanpa pilih kasih, dan
berdasarkan semangat persaudaraan dan mengasihi.
3.
Mendorong umat Katolik,
para penggerak/aktivis sosial kemasyarakatan politik, dan Rama-rama Paroki untuk memberi perhatian dan ruang gerak bagi
berkembangnya aktivis sosmaspol di paroki serta berkembangnya ormas-ormas
Katolik : Wanita Katolik Republik
Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik,
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Sarjana
Katolik (ISKA) dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI).
4.
Menjadi pelopor
dalam menggelorakan nasionalise dan
berperan aktif untuk
merajut kembali peradaban Nusantara dengan mengembangkan budaya kasih;
menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, toleransi, hak-hak azasi manusia,
kebebasan hidup beragama, dan kesetaraan gender.
5.
Menjadi penggerak dan
perintis dalam membangun kembali peradaban Nusantara dengan cara membasmi
praktek-praktek kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila :
-
Korupsi, kolusi,
nepotisme, monopoli, illegal loging
-
Intoleransi hidup
beragama
-
Kemerosotan moral dan
mental
-
Kekerasan terhadap anak
dan perempuan, perdagangan manusia dan organ tubuh manusia, dan aborsi
-
Implementasi Pelaksanaan
Otonomi Daerah yang menyimpang dari nilai-nilai luhur Pancasila.
6.
Kami mendukung upaya
pemerintah dalam rangka revolusi mental bangsa, dengan cara merevolusi
pelaksanaan dan penyempurnaan sistem pendidikan
nasional :
-
Memasukkan kembali
Pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan dari tingkat dasar, menengah
dan perguruan tinggi serta Pendidikan dan Latihan di
Lembaga-lembaga Negara.
-
Pelaksanaan Pendidikan
Nasional dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dilaksanakan hanya oleh
Kementerian Pendidikan Nasional.
-
Pendidikan Budi Pekerti
dimasukkan dalam kurikulum dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi
-
Mengembalikan Pendidikan
Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak sebagai tempat bermain anak-anak/atau kelompok bermain, bukan untuk diberi pelajaran-pelajaran sekolah.
-
Meningkatkan
profesionalisme dan kesejahteraan guru, serta memperbaiki sistem Pendidikan
Nasional.
-
Menjadikan masyarakat
penyelenggara pendidikan sungguh-sungguh
sebagai mitra dalam rangka “mencerdaskan kehidupan bangsa”
Yogyakarta, 30 Agustus 2015
Kami atas nama para peserta Misa dan Sarasehan Syukur atas kemerdekaan RI ke-70 ;
- R. Sugihatanto, Pr Ketua PK4AS
- YB. Haryono, MSF Ketua PK3 Kevikepan Semarang
- Y. Prasetya Ketua
PK3 Kevikepan Surakarta
- P. Agung Pramudyanto Ketua PK3 Kevikepan Kedu
- A. Gandung Sukaryadi Ketua PK3
DIY
Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (5)"