Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (5)

Menggelorakan kembali semangat 100% Katolik dan 100% Indonesia

PK3 Kevikepan DIY menjadi tuan rumah dan pelaksana Syukur 70 Kemerdekaan RI dan terlaksanannya ARDAS 2011-2015, khususnya butir : “ peningkatan peran awam dalam bidang sospolmas” pada : Minggu 30 Agustu 2015, pukul 09.30 – 15.30 bertempat di Gereja St. Yusup Bintaran, Jln. Bintaran Kidul 5 Yogyakarta. Pemilihan tempat di Bintaran karena aspek kesejarahan bahwa di Bintaran inilah gerakan-gerakan pelayanan kemasyarakatan lahir (KUKSI 1; Partai Katolik; Wanita Katolik RI, Pemuda Katolik, PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI), ISKI (Ikatan Siswa Katolik Indonesia) , Petani dan Nelayan Pancasila, Buruh Pancasila, dll). Untuk menggugah kembali semangat 100% katolik dan 100% Indonesia (Pro Ecclesia et Patria).

Kepanitiaan cukup besar dengan Stering Commite yang diketuai Rama R.Sugihartanta, Pr sebagai Ketua Komisi PK4, dengan anggota PK3 Kevikepan-kevikepan, ditambah JC.Tukiman Taruna, dan Andreas Pandiangan, sebagai Ketua Organizing Commite Fidelis Indriarto. Lomba esau diikuti oleh 32 peserta, perayaan Misa Kudus sekitar 330 orang perwakilan dan para aktivis social politik kemasyarakatan, dan sarasehan diikuti 280 orang, yang setia sampai akhir sarasehan, karena moderatornya Den Baguse Ngarsa. Dengan narasumber Rama FX.Sukendar, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Rama G. Budi Subanar, SJ dan St.Sularto. Tema sarasehan”Menggelorakan Nasionalisme, Merajut Peradaban Nusantara”.

Adapun rangkaian acaranya: lomba esai, dengan tema,  Nusantaraku, Nusantaramu, Nusantara kita, dengan Subtema; Bangga menjadi Indonesia, Pemimpin Gereja dan masyarakat yang ideal dan  Tokoh idola Gereja dan bangsa saat ini. Tentu dengan hadiah yang cukup waktu itu, Rp 1.000.000,-- Rp 750.000,--Rp 500.000,-- dan piagam penghargaan.

Saat itu diberikan penghargaan kepada awam penggerak Kerasulan Awam di Keuskupan Agung Semarang. Diusulkan dari setiap Kevikepan, dari Kevikepan DIY salah satunya diusulkan Rama R.Sugihartanta, Pr adalah saya, tetapi saya tidak saja, rasanya belum pantas menerimanya.

Di akhir acara sarasehan dibuat seruan iman, berikut seruannya:

PERNYATAAN SIKAP IMAN

PESERTA MISA  DAN SARASEHAN

SYUKUR ATAS TERLAKSANANYA ARDAS KAS 2011 – 2015

DAN KEMERDEKAAN RI KE-70

 

  1. Kami menyadari bahwa  Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang tahun 2011 – 2015 telah memberi inspirasi, penuntun, sekaligus pendorong bagi kami kaum awam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan politik hingga tersebar sampai ke bidang-bidang pelayanan seperti birokrasi, eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga-lembaga pengembangan masyarakat, dan ormas-ormas kemasyarakatan (Wanita Katolik Republik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik/ISKA dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia/FMKI), menjadi lebih aktif berkiprah mengembangkan diri secara profesional dalam mengamalkan Ajaran-ajaran Sosial Gereja.
  2. Kami menyadari bahwa Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang berdaulat telah diperjuangkan oleh para pejuang dan pahlawan bangsa dengan segenap hati dan akal budi, “sepi ing pamrih rame ing gawe”, demi kesejahteraan bangsa yang berkeadilan dan perdamaian abadi. Apa yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini masih harus tetap diperjuangkan, agar kita dapat mewariskan kepada anak-cucu kita sebuah warisan Negara yang berketuhanan, berperikemanusiaan, beradab, guyub-bersatu, bermufakat-bijak, dan berkeadilan sosial,  dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan ber-Bhineka Tunggal Ika.

Maka ;

Kami para peserta Perayaan Misa Syukur terlaksananya ARDAS KAS 2011-2015 dan Sarasehan menyambut Kemerdekaan RI ke-70, dalam tema : Menggelorakan Nasionalisme, Merajut peradaban Nusantara “  setelah mendengarkan pemrasaran-pemrasaran :

  1. Rama FX. Sukendar, Pr (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang) dengan materi : “Tanggung Jawab Sejarah Menghadirkan Peradaban Kasih”;
  2. St. Sularto, (redaktur senior Harian Kompas) dengan materi Nasionalisme dan Sumbangan Umat Katolik Indonesia
  3. Rama Dr. G. Budi Subanar, SJ (Dosen Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) dengan materi Soegijapranata – Drijarkara – Mangunwijaya, Belajar dari 3 Pemikir Gereja Katolik di Jawa – Indonesia
  4. Membaca, merenungkan dan meresapkan Surat Gembala Bapak Uskup Mgr. Yohanes Pujosumarto, dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 “Memperkokoh Perutusan Menegara
  5. Diskusi  bersama peserta sarasehan;

Dengan ini menyatakan sikap iman kami :

1.      Akan selalu meningkatkan kualitas keimanan seperti dicita-citakan dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang agar memilki iman yang cerdas, tangguh, mendalam, dan misioner.

2.      Beradasarkan rahmat pembaptisan akan setia mengemban tri tugas Kristus, menjadi imam, nabi dan raja. Menguduskan tata dunia agar menjadi tempat yang dapat dipergunakan untuk hidup bersama, berdampingan satu sama lain dalam budaya kasih dan persaudaraan sejati. Mewartakan kebenaran, keadilan dan kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga tercipta suasana kehidupan yang saling menghormati, menghargai sebagai sesama manusia yang bermartabat. Berani melayani kepada sesamanya tanpa pilih kasih, dan berdasarkan semangat persaudaraan dan mengasihi.

3.      Mendorong umat Katolik, para penggerak/aktivis sosial kemasyarakatan politik, dan Rama-rama Paroki untuk memberi perhatian dan ruang gerak bagi berkembangnya aktivis sosmaspol di paroki serta berkembangnya ormas-ormas Katolik :  Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI).

4.      Menjadi pelopor dalam  menggelorakan nasionalise dan berperan aktif untuk  merajut kembali peradaban Nusantara dengan mengembangkan budaya kasih; menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, toleransi, hak-hak azasi manusia, kebebasan hidup beragama, dan kesetaraan gender.

5.      Menjadi penggerak dan perintis dalam membangun kembali peradaban Nusantara dengan cara membasmi praktek-praktek kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila :

-          Korupsi, kolusi, nepotisme, monopoli, illegal loging

-          Intoleransi hidup beragama

-          Kemerosotan moral dan mental

-          Kekerasan terhadap anak dan perempuan, perdagangan manusia dan organ tubuh manusia, dan aborsi

-          Implementasi Pelaksanaan Otonomi Daerah yang menyimpang dari nilai-nilai luhur Pancasila.

6.      Kami mendukung upaya pemerintah dalam rangka revolusi mental bangsa, dengan cara merevolusi pelaksanaan dan penyempurnaan sistem pendidikan nasional :

-          Memasukkan kembali Pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan dari tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi serta Pendidikan dan Latihan di Lembaga-lembaga Negara.

-          Pelaksanaan Pendidikan Nasional dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dilaksanakan hanya oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

-          Pendidikan Budi Pekerti dimasukkan dalam kurikulum dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi

-          Mengembalikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak sebagai tempat bermain anak-anak/atau kelompok bermain, bukan untuk diberi pelajaran-pelajaran sekolah.

-          Meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, serta memperbaiki sistem Pendidikan Nasional.

-          Menjadikan masyarakat penyelenggara pendidikan  sungguh-sungguh sebagai mitra dalam rangka “mencerdaskan kehidupan bangsa

 

Yogyakarta, 30 Agustus 2015

Kami atas nama para peserta Misa dan Sarasehan Syukur atas kemerdekaan RI ke-70 ;

  1. R. Sugihatanto, Pr             Ketua PK4AS
  2. YB. Haryono, MSF           Ketua PK3 Kevikepan Semarang
  3. Y. Prasetya                         Ketua PK3 Kevikepan Surakarta
  4. P. Agung Pramudyanto     Ketua PK3 Kevikepan Kedu
  5. A. Gandung Sukaryadi     Ketua PK3 DIY

Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (5)"