Kita Semua Bersaudara

B.Belariantata (baju biru) menyerahkan pohon sawo kecik
diterima oleh Trisna Harjana (surjan hitam) dari Paguyuban Kepercayaan Tulis Tanpa Papan

Kita semua bersaudara, demikian B.Belariantata mengawali pembicaraan pada kunjungan persaudaraan Komisi HAK Kevikepan Yogyakarta Barat ke Paguyuban Penghayat Kepercayaan "Tulis Tanpa Papan". Kunjungan berlangsung Sabtu 25 April 2026, di sanggar penghayat Kepercayaan Tulis Tanpa Papan di dusun Seling Kapanewon Temon Kabupaten Kulon Progo. Itu adalah ajaran dan ajakan Paus Fransiskus yang wafat dan dilanjutkan Paus Leo XIV, lanjut Bela. Saudara matahari, saudara bulan, saudara tumbuh-tumbuhan, saudara bumi dan saudara-saudara kami di sanggar ini. 

Kita bersaudara, menyatu dalam karya dan rasa. Maka kami datang juga membawa saudara tanam-tanaman. Ada sawo kecik, kalau dalam bahasa kraton diartikan menjadi "sarwa becik" (serba baik). Dalam kehidupan bersama dan bersaudara tentu ada yang baik dan ada yang buruk. Yang baik dipakai terus dan dipupuk supaya menjadi lebih baik, yang jelek dibuang sebagai sampah. Sampah dibuang tetapi tidak sembarangan, supaya bisa menjadi berkah juga. Maka kami juga membawa tempat sampah untuk oleh-oleh.

Kunjungan persaudaraan diterima oleh kadang-kadang dari Paguyuban Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tulis Tanpa Papan, Trisna Harjana. Dijelaskan mengapa kok namanya Tulis Tanpa Papan (ditulis tidak di atas kertas, atau lainnya), karena ajaran-ajarannya supaya ditulis di dalam hati. Trisna Harjana kecuali menjadi Suhnya Paguyuban Kepecayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tulis Tanpa Papan, juga menjadi Suh MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia) Kabupaten Kulon Progo. Jumlah Paguyuban Kepercayaan di Kabupaten Kulon Progo ada 19 paguyuban dengan anggota sekitar tiga ribu orang.

Dijelaskan bahwa inti ajaran Tulis Tanpa Papan adalah penyembahan Tuhan yang sejati. Ajaran ini meyakini bahwa Tuhan itu ada dan nyata (kasunyatan), tidak dapat dipungkiri, dan berada dalam diri manusia. Tulis Tanpa Papan, bahwa ajaran kebenaran sejati tidak melulu ditulis pada papan atau buku, melainkan tertulis di dalam batin manusia itu sendiri.   

Berfoto bersama 

Penyembahan Tuhan yang Sejati: Ajaran ini meyakini bahwa Tuhan itu ada dan nyata (kasunyatan), tidak dapat dipungkiri, dan berada di dalam diri manusia. Ini merujuk pada ilmu batiniah (kawruh batin) yang harus diresapi, bukan sekadar dihafalkan secara teoritis. Budi Pekerti Luhur, bertujuan membentuk moral dan perilaku yang berlandaskan pada kebijaksanaan. Penghayat juga bertujuan mewujudkan moral Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. 

Acara kunjungan persaudaraan diakhiri dengan penyerahan secara simbolik tali asih yang berupa pohon sawo kecik, dari B.Bela Riantata dari Komisi HAK Kevikepan Yogyakarta Barat dan diterima oleh Trisna Harjana dari Paguyuban Kepercayaan Kdpada Tuhan Yang Maha Esa Tulis Tanpa Papan.

Posting Komentar untuk "Kita Semua Bersaudara"