
Saat negara marak kekerasan kita membuat refleksi dan menyadarkan umat
agar mampu bersikap (foto dok.2001)
Kini akan saya ceritakan
bagaimana hubungan PK3 dengan FMKI, tetapi kalau ini terdiri dari 2 topik,
yaitu hubungan saya pribadi keterkaitannya dengan keaktifan di FMKI, kedua
sebagai Ketua PK3 DIY. Hubungan pribadi dengan FMKI dibagi menjadi 2, sebelum melayani
sebagai Ketua PK3 dan setelah tidak melayani.
Saya mengenal FMKI sejak
awal berdirinya, dan sebelumnya sudah ikut dinamika (kebanyak di Muntilan,
sekarang Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan) sebelum akhirnya dideklarasikan
secara nasional. Di Keuskupan Agung Semarang FMKI sudah mengambil keputusan bahwa
kepengurusan mengikuti struktur pemerintahan. Ada 2 propinsi Jawa Tengah dan
DIY. Jawa Tengah dikurangi Keuskupan Purwokerta, karena Purwokerto mengambil
struktur mengikuti teritori gerejawi. Dalam koordinasi tidak ada masalah, FMKI
Jawa Tengah dengan Purwokerto, klir. Dengan Keuskupan Surabaya karena 2
kabupaten Jawa Tengah ikut Keuskupan Surabaya, juga klir.
Waktu deklarasi di
Jakarta dari DIY yang mengikuti ada dua orang yaitu YB.Priyono Hadi, dan
Ignatius Marsana Windu, keduanya dari Penerbit dan Percetakan Kanisius, dan
keduanya sudah almarhum sekarang. Kepengurusannya dibuat Presidium 5 orang,
kalau tidak salah bergiliran, satu tahun satu tahun. Pertama itu ada YB.Priyono
Hadi, Y.Ani Martanti, FX.Kusdarto Pramono, Metodhius Kusumohadi, dan R.Sigit
Widiarta. Saya ada di Seksi Pemberdayaan Masyarakat, saya ingat dengan Purwanto
Hadi (semoga tidak salah menyebut nama) dosen Fak.Tehnik Universitas Atmajaya
Yogyakarta. Teman-teman yang lain, ada YB.Wiyanjono, Ignas Suryadi,
Ant.Sunarto, Y.Suwalji, B. Wahyu Susanto, Jaka Wicaya, Susila, Suwarna,
Sudanasrini bersama suami Bambang, Bunadi dan maaf teman-teman yang lupa saya
sebut.
Seperti termaktub dalam
deklarasi yang disana dikatakan “Forum Masyarakat Katolik Indonesia adalah
forum komunikasi, informasi, pemberdayaan, advokasi, dan sebagai jaringan kerja
yang plurisentgis” maka pada waktu itu juga dibentuk Seksi-seksi yang menjalankan
tugas-tugas pemberdayaan, advokasi dsb. Saya ada pemberdayaan dan advokasi. Di
advokasi saya, Ant.Sunarto, R.Sigit Widiarta bersama dengan dari kalangan
pendidikan, HY.Ponijan, F.Wakidjan, Sr.Surani, CB, Sumarja, dan masih ada
lainnya. Saat itu advokasi pendidikan lebih memerlukan perhatian. Di
pemberdayaan kami menginventarisasi lahan-lahan kosong, lalu ditanami salak dan
juga untuk perikanan. Secara organisatoris bubar, tetapi bekasnya masih ada,
mereka yang menjadi petani ikan, masih eksis sampai sekarang. Periode kedua
saya dimasukkan ke Seksi Kebudayaan karena saya sering menulis di media. Ketika
saya diminta menjadi Ketua PK3, saya menjadi Seksi Kerasulan Politik dan
Kemasyarakatan, baik di FMKI maupun di ISKA DIY.
Disinilah lalu
program-program PK3 dengan mudah
dintegrasikan dengan program-program di FMKI dan ISKA. Demikian juga hubungan
dengan Pemuda Katolik, Wanita Katolik dan PMKRI sangat baik. Kalau ada kegiatan
yang sifatnya strategis, FMKI Jateng dan DIY selalu bersama. Misalnya saja
menghadapi pemilihan umum, dan situasi nasional yang menuntut kita berbuat
sesuatu. Kalau tidak masing-masing fokus ke propinsi, kota atau kabupaten
(bersambung)
Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (13)"