Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (13)

Saat negara marak kekerasan kita membuat refleksi dan menyadarkan umat
agar mampu bersikap (foto dok.2001)

Kini akan saya ceritakan bagaimana hubungan PK3 dengan FMKI, tetapi kalau ini terdiri dari 2 topik, yaitu hubungan saya pribadi keterkaitannya dengan keaktifan di FMKI, kedua sebagai Ketua PK3 DIY. Hubungan pribadi dengan FMKI dibagi menjadi 2, sebelum melayani sebagai Ketua PK3 dan setelah tidak melayani.

Saya mengenal FMKI sejak awal berdirinya, dan sebelumnya sudah ikut dinamika (kebanyak di Muntilan, sekarang Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan) sebelum akhirnya dideklarasikan secara nasional. Di Keuskupan Agung Semarang FMKI sudah mengambil keputusan bahwa kepengurusan mengikuti struktur pemerintahan. Ada 2 propinsi Jawa Tengah dan DIY. Jawa Tengah dikurangi Keuskupan Purwokerta, karena Purwokerto mengambil struktur mengikuti teritori gerejawi. Dalam koordinasi tidak ada masalah, FMKI Jawa Tengah dengan Purwokerto, klir. Dengan Keuskupan Surabaya karena 2 kabupaten Jawa Tengah ikut Keuskupan Surabaya, juga klir.

Waktu deklarasi di Jakarta dari DIY yang mengikuti ada dua orang yaitu YB.Priyono Hadi, dan Ignatius Marsana Windu, keduanya dari Penerbit dan Percetakan Kanisius, dan keduanya sudah almarhum sekarang. Kepengurusannya dibuat Presidium 5 orang, kalau tidak salah bergiliran, satu tahun satu tahun. Pertama itu ada YB.Priyono Hadi, Y.Ani Martanti, FX.Kusdarto Pramono, Metodhius Kusumohadi, dan R.Sigit Widiarta. Saya ada di Seksi Pemberdayaan Masyarakat, saya ingat dengan Purwanto Hadi (semoga tidak salah menyebut nama) dosen Fak.Tehnik Universitas Atmajaya Yogyakarta. Teman-teman yang lain, ada YB.Wiyanjono, Ignas Suryadi, Ant.Sunarto, Y.Suwalji, B. Wahyu Susanto, Jaka Wicaya, Susila, Suwarna, Sudanasrini bersama suami Bambang, Bunadi dan maaf teman-teman yang lupa saya sebut.

Seperti termaktub dalam deklarasi yang disana dikatakan “Forum Masyarakat Katolik Indonesia adalah forum komunikasi, informasi, pemberdayaan, advokasi, dan sebagai jaringan kerja yang plurisentgis” maka pada waktu itu juga dibentuk Seksi-seksi yang menjalankan tugas-tugas pemberdayaan, advokasi dsb. Saya ada pemberdayaan dan advokasi. Di advokasi saya, Ant.Sunarto, R.Sigit Widiarta bersama dengan dari kalangan pendidikan, HY.Ponijan, F.Wakidjan, Sr.Surani, CB, Sumarja, dan masih ada lainnya. Saat itu advokasi pendidikan lebih memerlukan perhatian. Di pemberdayaan kami menginventarisasi lahan-lahan kosong, lalu ditanami salak dan juga untuk perikanan. Secara organisatoris bubar, tetapi bekasnya masih ada, mereka yang menjadi petani ikan, masih eksis sampai sekarang. Periode kedua saya dimasukkan ke Seksi Kebudayaan karena saya sering menulis di media. Ketika saya diminta menjadi Ketua PK3, saya menjadi Seksi Kerasulan Politik dan Kemasyarakatan, baik di FMKI maupun di ISKA DIY.

Disinilah lalu program-program  PK3 dengan mudah dintegrasikan dengan program-program di FMKI dan ISKA. Demikian juga hubungan dengan Pemuda Katolik, Wanita Katolik dan PMKRI sangat baik. Kalau ada kegiatan yang sifatnya strategis, FMKI Jateng dan DIY selalu bersama. Misalnya saja menghadapi pemilihan umum, dan situasi nasional yang menuntut kita berbuat sesuatu. Kalau tidak masing-masing fokus ke propinsi, kota atau kabupaten (bersambung)

 

Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan (13)"