![]() |
| Dari kiri Gregorius Aryadi, rana Anton Hadi Cahyana, Pr dan Agus Suteja |
Timpel Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) paroki St.Petrus dan Paulus Klepu, menyelenggarakan temu kader lingkungan. Penyelenggaraan temu kader PSE pada Minggu 7 Juni 2026, di aula Pasturan Klepu. Dihadiri 91 kader PSE dan Timpel PSE Paroki, dengan menghadirkan narasumber rama Anton Hadi Cahyana, Pr dari Komisi PSE Kevikepan Yogyakarta Barat, Gregorius Aryadi, SH.,MH (penasehat CU Satu Hatu Hati, dan Koperasi Toko Loh Jinawi), ditemani Heri dan Yanti (Ketua dan Manager CU Satu Hati) dan dimoderatori Agus Suteja (Timpel PSE Klepu).
![]() |
| Para peserta sedang menyimak paparan narasumber |
Rama Anton dalam paparannya menjadi kader PSE yang tangguh, karena penting pengembangan ekonomi umat di lingkungan. Sebagai murid Yesus, menjadi kader PSE tidak harus berpendidikan tinggi tetapi berani belajar, rendah hati dan lemah lembut. Melayani umat di sosial ekonomi banyak yang harus dikerjakan, utamanya pada orang yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan defabel. Ada pangrukti laya, dana pendidikan, kesehatan, danpamis. Menjadi kader PSE harus berani bertanya dan menghargai aset yang ada.

Narasumber Gregorius Aryadi sedang memaparkan materi menggali potensi ekonomi umat
Gregorius Aryadi, Heri dan Yanti
sepakat menggali potensi umat harus dimulai. Paroki Klepu mempunyai umat
sebanyak lebih dari 9 ribu umat. Ada pelaku ekonomi berapa? Warung-warung, makanan
tradisional, usaha meubel, rental mobil, bengkel las, catering, masih berdiri
sendiri-sendiri, belum bersatu saling mendukung dan memperteguh dalam karya
ekonomi. Timpel PSE Paroki dalam pengembangan sosial ekonomi telah mendirikan
CU Satu Hati, sekarang omsetnya sudah hampir 40 milyar. Pengikut CU dari umat
paroki 9 ribu yang menjadi peserta CU belum 2 ribu orang. Yang menjadi anggota
koperasi Loh Jinawi baru sekitar 130 orang.


Posting Komentar untuk "Menggali Potensi Ekonomi Umat"