HUT ke 92 th Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran

Dari kiri: Rm Yohanes Berchmans Heru Prakosa SJ, Rm FX  Merry Christian Putra Pr,
Rm Yustinus Joko Wahyu Yuniarto Pr, Rm FX Sukendar  Pr,
Rm Antonius Invaren Alpha Andrianto Pr, Rm. EPD Martasujita Pr dan Rm Stefanus Arief Gunawan Pr

Perayaan HUT ke 92 th Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran tahun ini ada yang istimewa, yaitu diwarnai dengan penampilan  Bregada Satria Puger ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Paroki Pugeran yang ke-92. Peringatan ulang tahun gereja tepatnya pada tanggal 8 Juli sesuai tanggal pemberkatan gedung gereja yang berawal pada tanggal 8 Juli 1934 , dirayakan dalam suatu Misa Konselebrasi.  Tahun ini, perayaan ulang tahun dilaksanakan dalam misa syukur pada hari Minggu, 12 Juli 2026 pukul 17.00 WIB, namun sebelum perayaan misa lebih dahulu diawali dengan paraliturgi berupa prosesi awal bertempat di Mandala Tyas Dalem, yaitu pelataran depan gereja.

Bregada Satria Puger berperan menjadi cucuk lampah mengawal perarakan petugas liturgi. Perayaan misa HUT 92 Tahun ini, dipimpin oleh Konselebran para Romo yaitu  : Rm. FX. Sukendar Wignyasumarta Pr, Rm Antonius Invarien Alpha Andrianto Pr dan Rm. Stefanus Arief Gunawan Pr dan juga Rm. Emanuel Pranawa Dhatu Martasujita Pr, Rm Yustinus Joko Wahyu Yuniarto Pr, Rm FX Merry Christian Putra Pr dan Rm Yohanes Berchmans Heru Prakosa SJ. Dalam homilinya para Romo  mengajak segenap umat untuk mensyukuri karya Allah melalui para perintis, pejuang dan pendiri Gereja yang bernaung di dalam Hati Kudus Tuhan Yesus (Tyas Dalem) ini dengan hangat, reflektif,  dan terus menyesuaikan dinamika dan gerak langkah perkembangan jaman.

Pada saat setelah misa selesai, Bregada Satria Puger melaksanakan penjemputan dan perarakan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur umat setempat dalam suatu formasi Tombak Pora. Pada kesempatan ini,  juga dibagikan kepada umat berupa Nasi Berkat yang diterima dengan sangat antusias sebagai ‘Ngalap Berkah’. Acara dilanjutkan dengan Pesta Umat dengan menampilkan beberapa pentas seni yang menampilkan potensi umat berupa Tari Bedayan Karahayon Jati, Tari Kenes Gandhes, Tari Kasetyan, musik Angklung dan suguhan lain dari kaum muda. Bersama aroma ratus, cendana dan dupa, tangan misdinar mengguncangkan wiruk agar bara api terus menyala. Sama halnya upaya bagaimana generasi mudanya memaknai kembali inkulturasi budaya Jawa untuk tetap terjaga. Hingga saat ini Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Paroki Pugeran tetap hidup, bertumbuh dan menjadi salah satu pilar iman Katolik yg mengakar kuat pada tradisi budaya Jawa di Yogyakarta. Perayaan HUT Paroki Gereja HKTY Pugeran ini juga disertai dengan pemberian hadiah untuk para pemenang Lomba Parade Memberikan Renungan antar Prodiakon dan Parade Kidung Pujian antar Wilayah dan diakhiri dengan Pemberkatan  Air Perwitasari oleh Rm FX Sukendar yang selanjutnya dibagi-bagikan kepada umat

Sementara terkait Bregada Satria Puger, komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang status dan profesi : ada seniman, pensiunan, guru, abdi dalem, wiraswasta, mahasiswa, tokoh masyarakat, juga aktivis gereja.

Bregada Satria Puger sesaat sebelum para liturgi

Bregada Satria Puger adalah sebuah komunitas prajurit rakyat dalam lingkup Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran yang bernaung di bawah Bidang Paguyuban Dewan Paroki. Penamaan Bregada Satria Puger bukan tanpa makna, tetapi memiliki arti dan tujuan yang melatarbelakanginya. BREGADA merujuk pada satuan prajurit dari unsur musik, bendera dan panji-panji, serta pasukan tombak dan senapan, dengan  Panji Parentah dan Panji Aba-aba. SATRIA bermakna pemuda yg memiliki jiwa ksatria, berani membela kebenaran, jujur dan bertanggungjawab. Sementara PUGER merupakan akronim Paguyuban Umat Katolik Gereja Pugeran yang ingin memelihara budaya dan seni keprajuritan, bertujuan untuk mengawal acara prosesi yg berhubungan dengan perayaan Gereja Pugeran. Penamaan Puger juga merujuk pada satuan prajurit ini berasal, yaitu Kampung Pugeran. Penamaan wilayah ini diambil dari nama salah satu pangeran keraton yg tinggal di kawasan tersebut, yakni GPH Puger (putra Sri Sultan Hamengku Buwono VI), dan kawasan permukiman Bangsawan, serta Abdi Dalem Keraton Yogyakarta di luar benteng Baluwarti, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Ndalem Pugeran. Area sekitarnya hingga kini dikenal sebagai Kampung Pugeran, Kalurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron.

Penampilan BREGADA SATRIA PUGER dalam rampak musik dan derap langkah yang gagah dan kompak, menjadi pengawal prosesi agung HUT 92 Tahun Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran.

Terkait budaya Jawa yang hidup dan mewarnai tradisi gereja,  Gereja HKTY Pugeran tidak hanya hidup melalui bangunan bersejarah yg telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya, dekat dengan Kraton Ngayogyakarta sebagai pusat budaya Jawa, atau keberadaan komunitas-komunitas yang hidup di sekitar sebagai ekosistem penopangnya. Gereja ini juga bernafas dari tradisi yg diwariskan turun-temurun antar generasi. Penggunaan bahasa Jawa (karma inggil) dalam tata perayaan liturgi gereja dengan iringan musik gamelan pada perayaan tertentu, telah menjadi ciri khas yang terus dipelihara. Ada lantunan tembang macapat dalam Misa Jumat Pertama Nawabrata, ada tetabuhan gamelan oleh komunitas Swara Lare dan Jaran Dolan, ada lagu pujian oleh Kidung Tyas Dalem, atau alunan musik seruling, terompet, dodog, kecer dan snardrum dalam rampak baris oleh Bregada Satria Puger dan komunitas lain di lingkup gereja yang menjadi penerus inkulturasi (perpaduan iman Katolik dengan budaya lokal), bersama gerak pewartaan yg menghidupi pertumbuhan iman berjenjang berkelanjutan dengan merangkul umat usia dini, anak, remaja, kaum muda, dewasa hingga adiyuswa, dan bagaimana falsafah hidup terus dijaga dalam keseharian, hingga cara umat merawat hubungan dengan sesama dan alam semesta. ( ESM )

 

 

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "HUT ke 92 th Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran"