Syukur dan terima kasih dari Mertoyudan


Syukur dan terima kasih itu ditujukan  kepada Tuhan yang telah melimpahkan  berkat dan perlindungan-Nya. Syukur dan terima kasih juga ditujukan kepada semua yang terkasih dalam Yesus Kristus;  Bapak Uskup, Provinsial, Rama Abas OCSO di Rawaseneng, Suster Abdis OCSO Gedono, para Suster, Bruder, Pastor Paroki, Donatur /Pemerhati Seminari, IASM (Ikatan Alumni Seminari Mertoyudan), para Orang Tua Seminaris dan seluruh umat.

1.   Syukur atas rahmat-Nya, karena berkat kemurahan hati dan dukungan seluruh stakeholder, terutama para donatur dan pemerhati seminari, kami sungguh bersyukur masih mampu secara penuh menggaji guru dan karyawan serta tidak melakukan PHK. Secara finansial memang selama ini kami lebih banyak dibantu oleh para donatur dan pemerhati seminari. Jika hanya mengandalkan pemasukan dari para siswa, nominalnya tak pernah cukup untuk biaya operasional. Terlebih selama formasi online selama kurang lebih 9 bulan, tidak menarik uang asrama. Tanpa kebaikan Anda semua, mustahil seminari bisa berjalan dengan baik.

2.     


Pada akhir tahun ajaran 2020/2021, jumlah seminaris tahun terakhir (Medan Utama) yang melamar ada 57. Dari 57 yang melamar, 42 diterima dan sekarang meneruskan proses pembinaan menjadi anggota imam diosesan di Tahun Rohani dan menjadi anggota tarekat religious di Novisiat. Ada 15 orang tidak diterima

Pada awal tahun ajaran 2021/2022 calon yang mendaftar 94 siswa. Mereka yang diterima berjumlah 60 seminaris (KPP 53, KPA 7). Jumlah seminaris total sekarang per Desember 2021 adalah 198, dengan sebaran 47% berasal dari Keuskupan Agung Semarang, 53% dari 19 Keuskupan lain. Syukur atas rahmat panggilan ini, walaupun tercatat trend jumlah pendaftar selama 10 tahun terakhir konsisten menurun.

3.      Syukur atas rahmat kerjasama dari para staf (Imam, Bruder, Frater Diosesan KAS, KP, KAJ, MSF, dan SJ serta para Suster CB) yang memungkinkan karya strategis ini dapat berlangsung dengan baik. Syukur atas suasana formator yang berjumlah 18 orang,  menyenangkan, cair dan nyaman. Suasana yang positif ini diantaranya muncul karena tantangan formasi yang cukup berat.

Memang jumlah seminaris menurun, tetapi dari sisi masalah, misalnya psikoseksual dan latar belakang keluarga seminaris semakin rumit. Ke depan dibutuhkan staf yang semakin professional. Selain itu pembinaan kepada keluarga muda semakin mendesak. Keluarga muda adalah tempat tumbuhnya seminaris.

4. 


Bersyukur atas perlindungan-Nya sehingga sampai sekarang Komunitas Seminari Menengah Mertoyudan bebas dari Covid-19. Sementara ini seminaris sudah menjalani formasi offline. Untuk antisipasi gelombang ketiga Covid-19 paska Natal dan Tahun Baru, sebelum Natal seluruh seminaris sudah masuk asrama.

  Akhirnya terima kasih atas dukungan dan perhatian terhadap proses pembinaan di Seminari Mertoyudan.Semua itu merupakan bukti bahwa Tuhan berkarya untuk kita. Kita menanggapi melalui pemberian tulus diri kita. Selamat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Semoga Tuhan yang lahir di dunia untuk mencinta benar-benar kita rasakan lahir di hati kita. Semoga kita bahagia meneruskan kelahiran-Nya bagi keselamatan sesama. 

      Bersama Santo Petrus Kanisius Pelindung Seminari kita berdoa.

Tuhan Allah yang Mahakuasa, melalui segenap ciptaan-Mu, Engkau telah memancarkan keindahan beserta kebaikan-Mu yang tidak terbatas. Engkau menjadikan kami, manusia gambar dan citra-Mu. Betapa sedemikian luhur dan agung Engkau dalam mencintai kami. Amin” (Santo Petrus Kanisius).

Mertoyudan 25 November 2021. 

Posting Komentar untuk "Syukur dan terima kasih dari Mertoyudan"