Jalan-jalan dipersawahan memang menyegarkan, melihat pemandangan yang apik
Pagi-pagi jalan-jalan
dipersawahan memang menyegarkan. Kita bisa melihat tanaman padi yang
menghampar, atau menguning kalau sudah buah dan siap panen. Ya itu bagi kita
yang tidak pernah pergi ke sawah, mencangkul, memupuk dan menyaingi rumput. Kita
hanya melihat indahnya, tetapi tidak melihat dibalik semuanya itu adalah sebuah
derita panjang.
Bangun pagi-pagi, pergi ke sawah
untuk mengairi, mencangkul, menyaingi rumput dan memupuk tanaman. Itu dilakukan
setiap haroi selama kurang lebih 3 bulan menjelang panen. Pergi ke sawah saja
sudah perjuangan, karena jalan-jalan dipersawahan sebagian besar masih belum
diperkeras, dan berlumpur. Kalau tidak hati-hati sepeda atau sepeda motor yang dinaiki
bisa terperosok atau terpeleset jatuh. Kalau menghadapi jalan seperti ini ya
setiap hari. Kalau hujan jalannya seperti yang sudah digambarkan tadi, licin,
berlumpur, berkelok dan terjal. Kalau pas musim panas, jalan ya tetap “njeglong-njeglong”
Cuma tidak licin dan berlumpur.
![]() |
| Hamparan tanaman padi yang menghijau, indah dan mempesona untuk dinikmati |
Kalau mengairi sawah harus bergantian dengan yang lain, tetapi kalau bisa bersama-sama itu baik. Petani juga harus berperang melawan hama: tikus, burung dan wereng. Ketiga hama itu sungguh bisa menghabiskan padi yang hampir menguning. Masih ada musuh satu lagi kalau datang petani juga tidak bisa apa-apa, yaitu angin (puting beliung) yang bisa merobohkan tanaman padi yang sudah mulai menguning. Tentu itu bukan hanya satu, atau dua petak sawah, tetapi sehamparan padi bisa roboh. Kalau roboh ya sudah panen gagal.
Ongkos produksi tani juga tidak
sedikit, ongkos traktor, ongkos tanam, pupuk yang harganya selalu dikeluhkan
para petani karena tinggi, dan ongkos memanen. Untuk mencangkul, kalau
dilakukan sendiri masih lumayan agak irit, tetapi kalau mencangkul dikerjakan
orang lain, ya kita mesti membayar ongkos mencangkul.
Pada saat panen harga gabah
turun, apalagi kalau panen raya, harga dipermainkan oleh para tengkulak. Jika
mujur bisa impas dengan ongkos produksi. Jarang yang bisa membawa pulang
untung. Tetapi apa mau dikata?
![]() |
| Jalan becek yang dilalui setiap hari oleh para petani, hama wereng, tikus, burung, rumput, upah menanam, traktor, mencangkul dann harga gabah yang anjlog selalu menghimpit |
Memang derita petani bukan derita kita. Kita lebih menikmati saja. Hamparan sawah yang menghijau, padi yang menguning dan nasi yang kita makan.


Posting Komentar untuk "Derita Petani Nikmat Kita"