Kalpataru, Pranajiwa dan Tabebuya untuk Pendeta

Rama, Pendeta dan Suster saat Ibadah Oikumene Pekan Doa Sedunia
di Gereja Maria Asumpta Gamping 

Pekan Doa Sedunia di Gamping baru bisa dilaksanakan Rabu 4 Februari 2026, yang semestinya jadwal Pekan Doa Sedunia 18 – 25 Januari. Tetapi waktu yang mundur tidak makna, kesatuan dan hikmahnya. Dilaksanakan di Gereja Katolik Maria Assumpta Gamping, dipimpin oleh Rama Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum, Pendeta Samuel Andi Prasetyo, S.Th dari GKJ Demakijo, Pendeta Hesty Murwasari, S.Th dari GKJ Rewulu, Pendeta  Emilia Putri, S.Si dari GKJ Gamping, dan para Suster. Sedangkan Rama Gregorius Sulistiyanta, Pr sebagai rama Paroki tidak ikut memimpin karena bersamaan waktunya harus memimpin Perayaan Ekaristi di lingkungan, dan hadir saat sarasehan.

Dari kiri no.3 kekanan: Rama Gregorius Sulistiyanta, Pr, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE
Yan Kurnia, SE Anggota DPRD DIY, Shri Bhagavan Visvakarma SHA,
Ketua DPRD Sleman Y.Gustan Ganda, MT,
Petrus Eko Nugroho, Sekretaris Pemuda Katolik Komda DIY

Setelah doa bersama dilanjutkan dengan sarasehan dipimpin rama Dr.Martinus Joko Lelono, Pr, dan diikuti oleh umat dari Gereja-gereja, Gamping, Rewulu, Demakijo, dan para tamu undangan. Tamu undangan yang hadir antara lain: Yan Kurnia, SE dari DPRD DIY, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE, Y.Gustan Ganda, Ketua DPRD Sleman, Panewu Gamping, Bhabinkamtibmas Gamping, Shri Bhagavan Visvakarma SHA, dari Budha.

Umat yang hadir dalam Ibadah Oikumene sebagian kaum muda

Sebelum acara berakhir diserahkan bibit pohon Kalpataru, Pranajiwa dan Tabebuya kepada para Pendeta, sebagai wujud komitmen bersama untuk merawat lingkungan hidup, supaya bumi yang kita diami bersama ini menjadi semakin baik dan nyaman.

Posting Komentar untuk "Kalpataru, Pranajiwa dan Tabebuya untuk Pendeta"