
Dari kiri: Ig.Marsono Windu (deklarator FMKI dari DIY bersama YB.Priyono Hadi, keduanya sudah almarhum), A.Gandung Sukaryadi (Ketua PK3 DIY 2013-2019), dan Th.Hari Sarwoto (Ketua FMKI DIY 2016-2020?)
Saya menjadi tergelitik
untuk menulis, menanggapi berita seperti saya kutip di bawah ini. Tergelitik
karena berita tersebut menyebut peranan Komisi PK3 (Penghubung Karya Kerasulan
Kemasyarakatan), khususnya di DIY. Berita tersebut hanya saya kutip sebagian
yang menyangkut kondisi, situasi dan kinerja serta keberadaan PK3 dan FMKI.
Sebagai orang yang pernah menjadi Ketua Komisi PK3 DIY, 2 periode rama Vikep
yaitu rama B.Saryanta, Pr dan rama FL.Hartasubana, Pr, tahun 2013 – 2019.
Umat Katolik Dipanggil
untuk Terlibat dan Berpihak Menciptakan Bonum Commune. - https://www.fmkidiy.org/2026/02/umat-katolik-dipanggil-untuk-terlibat.html
Romo Sapto juga
menguraikan tantangan yang dihadapi FMKI pada periode awal, mulai dari
ketiadaan struktur keanggotaan hingga keterbatasan pendanaan, yang sempat
menyebabkan kevakuman aktivitas dalam waktu cukup lama. Situasi tersebut mulai
berubah sejak 2020, ketika FMKI kembali digerakkan dan menjadi mitra kerja PK3
dalam berbagai program sosial kemasyarakatan, khususnya di wilayah Yogyakarta
dan sekitarnya.
“Relasi FMKI dan PK3
kemudian berkembang menjadi pola kerja bersama yang saling melengkapi. Hal ini
bahkan menjadi salah satu rujukan dalam Pertemuan Nasional Luar Biasa FMKI
ke-12 yang menegaskan FMKI sebagai rekan kerja hirarki Gereja dalam bidang sosial
kemasyarakatan dan politik,” katanya.
Saya mau cerita saja
tentang Komisi PK3 Kevikepan DIY yang saya lakukan. Kepulangan saya dari
Semarang ke Sleman tahun 2012 akhir disambut oleh kawan-kawan dengan baik. Ada
YB.Priyonohadi, R.Sigit Widiarto, Antonius Sunarto, HY.Ponijan, Yosep Adiwahyanto,
Ignas Suryadi, B.Wibowo Suliantoro, bu Any Haryadi. Sepertinya ada kesepakatan
dari kawan-kawan saya dijadikan Ketua Komisi HAK di Kevikepan DIY, dan itu
disetujui oleh rama B.Saryanto, Pr.
Menempatkan saya di
Komisi HAK ada benarnya, karena saya berlatar belakang dari Pembimas Katolik
Jawa Tengah, tentu saja hubungan dengan orang-orang beragama lain cukup memadahi, dan bekal
pengalaman menangani masalah-masalah pendirian tempat ibadat, dan “konflik”
lainnya cukup banyak, di Yogya pernah juga, di Jawa Tengah setidak di 35
kota/kabupaten. Jawanya “nganti tumek”.
Tetapi proses menjadi
lain, saya menjadi Ketua Komisi PK3 menggantikan Totok Sudarwoto. Mengapa bisa
begitu, cerita kemudian baru saya tahu setelah hampir satu tahun berjalan. Rama
Sugihartanta Ketua Komisi PK4 menghendaki saya di PK3, maka rama B.Saryanta,
mengalah lalu masih menetapkan Antonius Sunarto sebagai Ketua Komisi HAK.
Langkah pertama yang saya
ambil adalah memanggil teman-teman dari ormas Katolik dan FMKI, ada R.Sigit
Widiarta, Ignas Suryadi, YB.Wiyanjono dll. Kita berembug dan curah pendapat.
Salah satu point keputusan yang diambil adalah Ketua-ketua Ormas Katolik dan
Ketua FMKI ex officio menjadi Tim Kerja PK3, itulah kedekatan kami sebagai
Ketua Komisi PK3, FMKI dan Ormas Katolik. Sebelumnya saya tidak tahu dinamikanya,
karena saya di Semarang. Tetapi Ketua Kerawam sebelumnya (sebelum Kerawam
digandi PK3), dari PJ.Suwarna, G.Mudjanta, Rama P.Susanta sebagai Ketua Kerawam
saya dekat sekali, karena saya waktu itu sebagai Sekretaris Pemuda Katolik DIY
(bersambung)
Posting Komentar untuk "Sebagai Ketua Komisi PK3 2013-2019 ini yang saya kerjakan."