![]() |
| Para pemuka agama berfoto bersama |
Purwakarta, 21 Maret 2026 – Hangatnya semangat persaudaraan lintas iman terasa begitu nyata di tengah masyarakat Purwakarta. Momentum Idulfitri 1447 H yang berdekatan dengan Hari Suci Nyepi menjadi ruang refleksi bersama tentang arti damai, kesederhanaan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Dalam suasana penuh makna ini, Seksi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) Dewan Pastoral Paroki Salib Suci Purwakarta menggelar kunjungan persaudaraan lintas iman sebagai langkah konkret merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk di Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator Bidang Persaudaraan, Elias Ngongo Kaka Nura Lele, bersama R.P. Lukas Dirman, SMM (Romo Lukas SMM), yang hadir atas berkat Parokus R.D. Yohanes Istimoer Bayu Ajie Pastor kepala Paroki Salib Suci Purwakarta. Turut serta dalam rombongan Marthinus Kamonto Ketua Seksi HAAK DPP, Agustinus Balapita Kolin Seksi Kepemudaan, serta katekis inti Yohanes Baptis, yang bersama-sama membawa pesan damai dan persaudaraan.
Kehadiran para tokoh lintas agama mulai dari pendeta, Wakil Ketua FKUB, Ketua BKSG, hingga Ketua PHDI Purwakarta menjadi simbol kuat bahwa keberagaman bukanlah sekat, melainkan jembatan yang menyatukan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyampaikan pesan penuh makna: “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Semoga hari kemenangan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan mempererat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.”
Ucapan ini disampaikan langsung kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, bersama Wakil Bupati Hapidin. Silaturahmi juga dilakukan dengan Ketua FKUB dan MUI Purwakarta, KH. Drs. H.M. Jhon Dien TH, serta Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Abun Bunyamin, pengasuh Pondok Pesantren Al Muhajirin.
Tak berhenti di sana, rombongan turut bertemu Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, sebagai bentuk sinergi antara tokoh agama dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta kedamaian wilayah.
Perjumpaan lintas iman ini menjadi pesan kuat bahwa kerukunan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dihidupi melalui tindakan nyatamelalui dialog, kunjungan, dan kehadiran satu sama lain. Kebersamaan ini sekaligus menegaskan bahwa perbedaan adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat dengan penuh cinta.
Momentum Idulfitri yang berdampingan dengan Nyepi menjadi simbol keseimbangan: antara kegembiraan dan keheningan, antara perayaan dan perenungan. Dari sini lahir kesadaran bersama untuk:
• memperkuat persaudaraan,persatuan dalam keberagaman,
• menumbuhkan kepedulian sosial,
• menghidupi nilai kesederhanaan,
• serta menjaga toleransi antarumat beragama.
Sebagaimana ditegaskan oleh Koordinator Bidang Persaudaraan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kerukunan sejati lahir dari perjumpaan yang tulus. Bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan. Kunjungan persaudaraan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, agar Indonesia senantiasa hidup dalam damai, rukun, dan harmonis sebagai rumah bersama bagi semua. Yohanes Baptis Katekis

Posting Komentar untuk "Harmoni di hari lebaran"