Sosilasi ARDAS 2026 – 2030 Komisi HAK Keyobar

Berdiri, Totok Dwi Ismarwanta, (kiri),  Ignas Suryadi Sw (tengah), G.Aryadi (kanan),
sebagai Moderator

Sleman 15 Maret 2026. Dengan mengambil tempat di Aula Pastoran Klepu, Sabtu 14 Maret 2026 Komisi HAK Kevikepan Yogyakarta Barat menyelenggarakan sosialisasi Ardas 2026 -2030 kepada Timpel HAK Paroki se Kevikepan Yogyakarta Barat. Sosialisasi tersebut terselenggara dengan Timpel HAK Paroki Klepu sebagai tuan rumah, dan narasumber dari Pengurus HAK Kevikepan Yogyakarta Barat.

Tiga Narasumber dari Pengurus HAK Keobar yaitu Rama Y.Iswahyudi, Pr, (Ketua Komisi HAK Keyobar), Ignas Suryadi, Sw (Sekretaris Komisi HAK Keyobar) dan Totok Dwi Ismarwanta (Pengurus Komisi HAK Keyobar). Masing-masing membagi dirinya dalam topik: bahagia, menginsipirasi dan mensejahterakan.

Ardas yang bertemakan Gereja yang bahagia, menginspirasi dan mensejahterakan, dibahas dalam 4 tahapan, pertama siapa itu Gereja, kemudian dibahas berturut-turut bahagia, menginspirasi dan mensejahterakan. Gereja yang dimaksud dalam Ardas adalah Gereja Umat Allah yang beriman kepada Kristus. Bukan Gereja sebagai Lembaga, atau Hirarki apalagi sebagai gedung tempat orang beribadah. Ini jelas dikatakan dalam teks Ardas yang berbunyi “Umat Allah Keuskupan Agung Semarang adalah persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang dalam bimbingan Roh Kudus berjalan bersama melaksanakan perutusan Yesus Sang Guru mewartakan Kerajaan Allah di dunia dengan memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih”

Selanjutnya dijelaskan bahagia menurut berbagai versi orang-orang kudus seperti Ignatius, Agustinus, Thomas Aquinas, Fransiskus, Theresia Lisiux, Yoh.Paulus II, dan dari tokoh-tokoh etik seperti Aristoteles, dll. Namun Keuskupan Agung Semarang mempunyai patokan tentang bahagia, dengan 4 (empat)  unsur yaitu: terpenuhinya kebutuhan fisiologis (material), terpenuhinya kebutuhan psikologis (emosional),  terpenuhinya kebutuhan sosial seeperti memiliki hubungan yang harmanis dengan keluarga, lingkungan serta saling menghormati, menghargai dan mencintai; dan terpenuhinya kebutuhan spiritual.

Tentang menginspirasi dan mensejahterakan, Ignas Suryadi dan Totok Dwi Ismarwanta banyak memberikan  contoh-contoh dialog yang sudah dilaksanakan. Misalnya di Ganjuran itu yang membantu keamanan dari berbagai kalangan yang berbeda iman dan kepercayaan. Pada masa puasa seperti sekarang ini, mereka dikumpulkan untuk berbuka puasa bersama. Mereka sangat senang dan gembira. Tidak ada sekat diantara mereka. Ini jelas menginspirasi sekaligus mensejahterakan. Jelas mengisnpirasi itu berani mendahului berbuat sesuatu yang bermanfaat dan menyelamatkan.

Peserta berfoto bersama usai acara

Sessi akhir ada tanya jawab dan informasi-informasi dari Timpel HAK Paroki-paroki, misalnya masih ada tindakan-tindakan intoleransi di tingkat lingkungan yang memerlukan perhatian. Untuk itu disepakati bersama, kalau ada peristiwa-peristiwa keagamaan, kecuali diselesaikan di tingkat lokal, dimohon juga melapor ke Komisi HAK Keyobar dengan nomor wa. 08157932538 atas nama Ignas Suryadi, Sekretaris Komisi HAK Keyobar.

Hadir  19 paroki di Kevikepan Yogyakarta Barat,  Paroki:  Wates, Banaharja, Pakem, Ganjuran, Bantul, Promasan, Klepu, Stasi Pojok, Medari, Warak, Somohitan, Mlati, Bara, Pelem Dukuh, Nanggulan, Gamping, Brayut, Banteng, dan Sedayu.   

Posting Komentar untuk "Sosilasi ARDAS 2026 – 2030 Komisi HAK Keyobar"