SIMU DALAM PENGKINIAN DATA UMAT 2026

Peserta membawa laptop untuk keperluan SIMU
(Sistem Informasi Manajemen Umat)

BANDUNG — Keuskupan Bandung menyelenggarakan Pertemuan Kesekretariatan Paroki Keuskupan Bandung mengenai Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Umat (SIMU) dalam Pengkinian Data Umat Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Silih Asih Bandung pada Selasa–Rabu, 26–27 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari Sekretaris DPP, Wakil Sekretaris DPP, serta sekretariat paroki dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Bandung. Pertemuan diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Uskup Keuskupan Bandung, Pastor Fransiskus Samong, OSC. Dalam perayaan tersebut umat diajak untuk membangun semangat pelayanan Gereja yang semakin tertib, terarah, dan berlandaskan semangat sinodal dalam pelayanan administrasi pastoral.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Martinus Hery Wahyu Adiyanto selaku Vikaris Yudisial Keuskupan Bandung serta Pastor Yustinus Danang Sigit Koesworo pastor Paroki Pamanukan. Pada sesi pertama, Pastor Martinus Hery Wahyu Adiyanto menyampaikan materi mengenai “Panduan Kesekretariatan Paroki terhadap Pencatatan Sakramen di Buku Baptis”. Materi disampaikan secara mendalam dan detail berdasarkan Kitab Hukum Kanonik mengenai pentingnya pencatatan sakramen secara benar, lengkap, dan tanpa kesalahan administrasi.

Dalam penjelasannya ditegaskan bahwa Buku Baptis merupakan dokumen utama Gereja Katolik yang menjadi dasar pelayanan sakramen lanjutan seperti Komuni Pertama, Krisma, dan Perkawinan. Oleh sebab itu pencatatan administrasi sakramen harus dilakukan secara teliti sesuai aturan Gereja. Materi kedua mengenai “Pastoral Berbasis Data” dibawakan oleh Tim DKP Keuskupan Bandung, Antonius Yogi. Dalam paparannya dijelaskan bahwa data SIMU menjadi dasar penting dalam penyusunan program pastoral di tingkat Keuskupan maupun paroki. Ia mengajak seluruh Sekretaris DPP dan Admin SIMU untuk membangun kerja sama dan sinergi dalam melakukan pembaruan data umat sehingga program pastoral dapat disusun berdasarkan kondisi nyata umat Katolik di setiap paroki. Menurutnya, data yang valid akan membantu Gereja dalam: Menyusun program pastoral Memetakan kebutuhan umat Menentukan prioritas pelayanan Melakukan evaluasi karya pastoral secara tepat.

Sesi berikutnya diisi dengan evaluasi penggunaan SIMU yang dibawakan oleh Admin SIMU Keuskupan Bandung. Dalam evaluasi tersebut disampaikan berbagai tantangan penginputan data, validasi data umat, serta pentingnya keterlibatan wilayah dan lingkungan dalam pengkinian data. Materi keempat berupa Workshop SIMU membahas fitur-fitur terbaru SIMU tahun 2026, termasuk penggunaan barcode aktivasi umat serta akun khusus bagi Sekretaris DPP untuk membantu pengambilan data dalam penyusunan program pastoral berbasis data. Melalui pengembangan fitur baru tersebut diharapkan proses pembaruan data umat dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi di seluruh paroki Keuskupan Bandung. Dalam pertemuan tersebut juga ditegaskan bahwa target pengkinian data umat Katolik di seluruh paroki Keuskupan Bandung harus selesai pada tanggal 30 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjalankan Kegembalaan Bapak Uskup Keuskupan Bandung Mgr. Antonius Subianto dalam  Fokus Pastoral Keuskupan Bandung Tahun 2026–2030, yaitu: “Berjalan Bersama Sehati Sejiwa Menjadi Gereja yang Relevan, Berdaya, dan Misioner.” Melalui penguatan administrasi dan pastoral berbasis data, Gereja diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan umat, dan semakin relevan di tengah perkembangan zaman. Yohanes Baptis Sekretariat  Paroki

Posting Komentar untuk "SIMU DALAM PENGKINIAN DATA UMAT 2026"