![]() |
| Pengurus dan anggota Koperasi Loh Jinawi Klepu berfoto bersama setelah RAT |
Bertempat di Pondok Inspirasi Minggir Daratan III Sendangarum Minggir, Koperasi Loh Jinawi yang bergerak di bidang penjualan sembako menyelenggarakan rapat tahunan. Rapat yang diadalah Minggu 31 Mei 2026, mundur dari ketentuan waktu yang ditentukan itu dihadiri sejumlah anggota dan pengurus. Diantara pengurus yang hadir dan menjadi dinamisator RAT, antara lain Suhindriyo (Ketua Koperasi), Suharjo (Bendahara Koperasi), Gregorius Aryadi (Manager) dan Ignatius Muryanto (Pengawas Koperasi).
Suhindriyo sebagai Ketua Koperasi
menceritakan berdirinya koperasi Loh Jinawi. Loh Jinawi berdiri karena
keprihatinan dari Timple PSE, bahwa paroki Klepu itu umatnya banyak, kurang
lebih 9.000 dan banyak yang mempunyai usaha kecil-kecil (UMKM), mengapa tidak
diberdayakan. Kalau itu disatukan dalam sebuah koperasi atau paguyuban yang
bisa saling menopang dan meneguhkan serta umat menjadi lebih berdaya untuk
meningkatkan kesejahteraannya. Toko memang dinamikannya pasang surut, namun
dari Unit Simpan Pinjam uang bisa berkembang terus. Suhindriyo berharap kalau
Unit Simpan Pinjam bisa mempunyai modal sampai 500 juta, nanti bapak-ibu bisa
kredit motor melalui USP Loh Jinawi.
Sedang dari Gregorius Aryadi,
mengatakan bahwa modal koperasi ada sekitar 120 juta, pada hal semula pak Suin
dari Timpel PSE itu mengatakan, kalau bisa mengumpulkan 20 juta mungkin bisa
dikembangkan UMKM, tetapi malah bisa mengumpulkan 120 juta lebih. Perkembangan
toko mengalami pasang surut dan banyak hal yang bisa menjadi pembelajaran kita.
Faktor penjaga toko, managemen, tempat jual dan listrik menjadi kendala. Tetapi
sekarang itu semua dicoba dibenahi dan membaik. Kontrak toko tinggal 4 bulan
lagi, dan kalau bapak ibu menghendaki bisa kita berpindah dan dilanjutkan lagi.
Semoga menjadi lebih lancar dan baik.
Sedangkan Ig.Muryanto sebagai
pengawas mengatakan bahwa, pengelolaan koperasi belum berjalan sesusi tatakelola
koperasi yang baik. Belum menetapkan rencana anggaran yang terukur sebagai
sasaran kinerja. Rasa rendah kepemilikan koperasi dari para anggotanya, ini
terklihat dari partisipasi belanja, membayar iuran wajib dan iuran sukarela.
Kinerja pengurus koperasi perlu ditingkatkan. Disimpulkan bahwa tidak ada penyimpangan
koperasi. Kerugian toko Loh Jinawi karena ketidakcermatan dalam pengelolaan
bisnis, proses dan resiko bisnis. Diharapkan anggota koperasi berpartisipasi
aktif dan memanfaatkan Unit Usaha Koperasi untuk mencapai hasil guna seperti
yang diharapkan.
![]() |
| Menindaklanjuti usulan FA,Joko Siswanto (no 2 dari kiri) para pengurus Koperasi Loh Jinawi mendatangi Sr.Anna (no.3 dari kiri) dari CV Tata Cookies Sentolo |
Tanggapan dari para anggota koperasi cukup antusias, didukung yang menanggapi, bertanya atau memberi masukan mendapatkan doorprize dari G.Rayadi, B.Sudiyono dan G.Djuwadi. Masukan antara lain dari FA.Joko Siswanto yang menyarankan berhubungan dengan Sr.Anna di Sentolo untuk suplay barang-barang. Dari Suhardi menawarkan suplier untuk minyak. Lalu toko harus menyediakan barang yang lengkap, dan kalau bisa bukanya tidak hanya jam 08.00 – 16.00. Kemudian dibagikan Kartu Anggota Koperasi oleh Eka Budi Purnama. Sekiranya saran-saran sudah ditindakalanjuti, misalnya beberapa pengurus telah menjumpai Sr.Anna di tokonya.


Posting Komentar untuk "Perlu Peningkatan Partisipasi Anggota"